28 C
Sidoarjo
Wednesday, September 23, 2026
spot_img

Transaksi KDMP Kota Probolinggo Tembus Rp5,32 Miliar, Didominasi Beras SPHP


Kota Probolinggo, Bhirawa – Nilai transaksi atau omzet 29 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota Probolinggo tercatat mencapai Rp5,32 miliar. Dari keseluruhan transaksi tersebut, penjualan beras medium SPHP kemasan 5 kilogram menjadi komoditas yang paling dominan.

Berdasarkan data pada dashboard Simkopdes Jawa Timur untuk Kota Probolinggo, total nilai transaksi 29 KDMP tercatat sebesar Rp5.324.153.500. Dari data tersebut, KDMP Wiroborang, Kecamatan Mayangan, tercatat sebagai koperasi dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp749.210.300.

Kadis DKUP Kota Probolinggo Agus Efendi melalui Kabid Koperasi, Yuda Hartanto, membenarkan angka transaksi yang tercantum dalam dashboard tersebut.

“Iya benar, di Simkopdes Jawa Timur, Kota Probolinggo, sudah tercantum di dashboard. Nilai transaksi tercatat Rp5,32 miliar,” ujar Yuda.

Sementara itu, transaksi beras medium SPHP kemasan 5 kilogram menjadi penyumbang terbesar. Tercatat sebanyak 442.777 kemasan dengan nilai transaksi mencapai Rp4.886.938.200. Jika dikonversi berdasarkan kemasan 5 kilogram, jumlah tersebut setara sekitar 2.213,9 ton beras.

Selain beras SPHP, transaksi lainnya meliputi minyak goreng sebanyak 29.064 unit senilai Rp421.476.000. Kemudian minyak goreng Bantal Pouch Minyak Kita 1 liter sebanyak 720 unit dengan nilai Rp11.160.000.

Ada pula transaksi barang lainnya sebanyak 346 unit senilai Rp4.505.000 serta beras sebanyak lima unit dengan nilai Rp74.300.

Ia menegaskan, angka Rp5,32 miliar tersebut merupakan nilai omzet atau transaksi, bukan keuntungan bersih yang diperoleh koperasi. “Itu dilihat dari omzet, bukan laba bersih,” jelasnya.

Berita Terkait :  Wujudkan Net Zero Emission, UB-PLN Kembangkan Kendaraan Hybrid Hydrogen-EV

Data tersebut merupakan akumulasi transaksi dari 29 KDMP di Kota Probolinggo. Sementara secara individual, KDMP Wiroborang menjadi koperasi dengan nilai transaksi terbesar dalam data yang tercantum, dengan transaksi Rp749,21 juta. Besarnya nilai transaksi secara keseluruhan terutama ditopang penjualan beras SPHP yang mencapai lebih dari Rp4,8 miliar.

Sementara progress pembangunan gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Probolinggo belum seluruhnya rampung.

Dari total 29 KKMP yang tersebar di 29 kelurahan, sebanyak 18 gerai telah mencapai progres 100 persen. Sementara 10 gerai lainnya belum selesai dan satu gerai di Kelurahan Jrebeng Lor bahkan belum mulai dikerjakan.

Agus Efendi melalui Kabid Koperasi, Yuda Hartanto, membenarkan progres tersebut. Namun, belum rampungnya seluruh gerai tidak menghentikan kegiatan usaha koperasi yang sudah berjalan.

“Gerai belum 100% tapi untuk usaha koperasi sudah berjalan,” ujar Yuda dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (22/9).

Dengan demikian, aktivitas KKMP di Kota Probolinggo saat ini tetap berjalan di tengah proses penyelesaian pembangunan sejumlah gerai. Dari 29 KKMP yang ada, sebagian telah memiliki gerai yang rampung, sementara lainnya masih menunggu penyelesaian pembangunan.

Selain progres pembangunan, 13 KKMP saat ini juga masuk dalam proses verifikasi dan validasi (verval). Proses tersebut mengacu pada data yang berasal dari PT Agrinas Pangan Nusantara dan Kementerian Koperasi.

Berita Terkait :  Pengentasan Kawasan Kumuh Nambangan Lor, Pemkot Madiun Alokasikan Belasan Miliar dari DAK

“13 KKMP ini berdasarkan data dari PT Agrinas Pangan Nusantara dan Kementerian Koperasi,” kata Yuda.

Yuda mengatakan, verval tersebut dilakukan berdasarkan instruksi Kementerian Koperasi. Seluruh data KKMP di Kota Probolinggo telah disampaikan untuk proses tersebut. [fir.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!