Kota Kediri, Bhirawa. – Lapas Kelas IIA Kediri bersama aparat penegak hukum (APH) menggelar razia gabungan di seluruh kamar hunian Blok A, B dan C. Hasilnya, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba, namun menyita sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Razia melibatkan personel Kodim 0809/Kediri, BNN Kota Kediri, Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Subdenpom V/2-2 Kediri dan Polres Kediri Kota. Penggeledahan dilakukan bersama petugas Lapas dengan menyasar seluruh kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Hasil penggeledahan petugas mengamankan sembilan sendok aluminium, 10 paku, 12 korek gas, tiga senjata tajam (sajam), satu jarum/pinset, tiga set kartu remi dan satu set domino.
Seluruh barang temuan diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Sementara handphone dan Narkoba yang menjadi sasaran utama razia tidak ditemukan di kamar hunian yang diperiksa.
Selain razia, BNN Kota Kediri juga melakukan tes urine secara acak terhadap WBP. Sebanyak 30 WBP menjalani pemeriksaan dan seluruhnya dinyatakan negatif narkotika. Tes urine juga dilakukan terhadap petugas Lapas, dengan hasil seluruh sampel negatif.
Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Gatot Tri Rahardjo mengatakan, razia gabungan ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan sekaligus deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
”Kami bersinergi dengan TNI, Polri, dan BNN melalui razia gabungan serta tes urine di Blok A, B, dan C. Alhamdulillah, hasil penggeledahan tidak menemukan handphone maupun Narkoba, dan seluruh hasil tes urine dinyatakan negatif. Ini menjadi komitmen kami untuk terus menjaga Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Gatot usai pelaksanaan razia gabungan, Selasa (22/9).
Kepala BNN Kota Kediri, Yudha Wirawan, menyebut kolaborasi antar-APH penting untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
”Kami mengapresiasi kolaborasi dalam razia gabungan ini sebagai bentuk komitmen bersama mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menuju Lapas Kediri yang zero narkoba. Sinergi antar-APH menjadi kunci dalam mencegah peredaran Narkoba dan mewujudkan Lapas Kediri serta Kota Kediri yang Bersinar,” kata Yudha.
Razia ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kediri mewujudkan Zero Halinar, yakni bebas dari handphone, pungutan liar dan narkoba. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. [van.nov.fen]

