28 C
Sidoarjo
Wednesday, September 23, 2026
spot_img

Banjir di Awal Musim

Hujan pertama telah datang jelang pekan akhir September. Menandakan musim hujan datang tepat waktu. Di luar prediksi awal, yang diperkirakan terjadi lebih panjang, efek El-Nino. Hujan sudah ditunggu untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seantero Indonesia. Tak terkecuali melanda Kawasan Lindung, dan konservasi. Tidak semua titik api bisa dipadamkan. Bahkan masih berkobar sampai pekan ke-empat September, bersamaan dengan banjir bandang di Solok, Sumatera Barat.

Galodo (banjir bandang dalam bahasa Solok) menerjang Senin hingga Selasa. Galodo, bukan sekadar mengguyurkan hujan deras. Melainkan juga material longsor berupa pasir, serta ranting dan batang pohon turut hanyut. Menimbulkan trauma seperti bencana banjir dan tanah longsor di seantero Sumatera Bagian Utara, termasuk seluruh Sumatera Barat (dan Solok). Galodo yang juga menerjang Aceh, dan Sumatera Utara, sepekan terakhir bulan November, menyebabkan korban jiwa 1.200 orang lebih tewas.

Saat ini penyebab banjir, dan tanah longsor sudah terungkap. Yakni, alih fungsi lahan, terutama kawasan hulu (pegunungan dan hutan). Banjir dan tanah longsor di tiga propinsi (Aceh, Sumatera, dan Sumatera Barat), dipicu hujan lebat. Air bah turun dari kawasan hulu menuju Sungai. Karena ekosistem yang semakin rapuh, air bah juga membawa material longsor, berupa tanah pekat, bebatuan gunung, serta bagian pohon yang patah dan tumbang.

Banyaknya material berupa bagian pohon menunjukkan masifnya penebangan, dan pembukaan lahan. Seluruh material luruh menghantam perkampungan. Dalam dua dekade terakhir, ekosistem esensial telah dibabat secara brutal dalam ukuran jutaan hektar, dijadikan tanaman produksi, terutama kebun sawit. Salahsatu caranya dengan pembakaran lahan. Tak terkacuali hutan adat.

Berita Terkait :  Tanamkan Etika Politik, Pemkot Probolinggo Libatkan Pelajar jadi Kader Demokrasi

Selama dua dekade telah menyebabkan musnahnya 2,6 juta hektar. Kerugian tak ter-perikan mencapai lebih dari Rp 200 trilyun. Serta 50 juta jiwa warga pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, terpapar dampak kabut asap. Masyarakat di beberapa daerah yang terdampak langsung 500 ribu jiwa. Ini (darurat kabut asap) terbesar di dunia. Kebakaran hutan merupakan ke-sengaja-an untuk membuka lahan. Dilakukan pada musim kemarau, tetapi dampaknya akan nampak dahsyat pada musim hujan.

Sudah terbukti di kabupaten Solok, Sumatera Barat. Hujan baru sekali datang. Bahkan daerah lain di Indonesia masih musim kemarau. Harus diakui, hujan di Solok, di luar prakiraan. Karena konon, akan terjadi kemarau panjang, efek El-Nino. Ternyata hujan datang lebih awal, tetapi intensitas guyuran dari langit sangat deras. Diperkirakan hampir mencapai 100 mm. Berdasar catatan BMKG, masuk kategori lebat (lebih 50 mm).

Hujan deras menyebabkan sungai Batang Baliang meluap. Tanah tidak mampu meresapkan air, sampai kawasan Jorong Kayu, beberapa Nagari, terendam. Pemandangan elok di Solok, hilang dalam sekejap. Berganti puing dahan pohon berserakan. Rumah warga, dan kantor pemerintahan di Solok, terendam. Galodo juga menyebabkan jalan protokol Padang-Solok, terkubur tumpukan lumpur, batu, dan kayu.

Pengalaman banjir bandang seantero Sumatera bagian utara, wajib menjadi ke-siaga-an. Begitu pula banjir di Pantura (Pantai utara) Jawa. Banyak jalan nampak menjadi aliran Sungai. Bahkan banjir sudah merendam jalan negara di lintas pantai utara Jawa (Pantura). Semarang, Demak, dan Pati, sudah rutin dilanda banjir sampai setinggi 90 sentimeter. Tanggul Dempel di Semarang jebol. Serta rel kereta-api “hilang” terendam.

Berita Terkait :  Hadiri Pawai Budaya, Bupati Apresiasi Kreatifitas Penguatan Identitas Desa

Banjir bandang di awal musim sering terasa lebih pedih. Karena tidak di-antisipasi sejak awal. Tetapi tidak ada bencana alam datang tiba-tiba. Pengrusakan lingkungan nyata-nyata menyebabkan banjir dan longsor.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!