Surabaya, Bhirawa
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui kegiatan Pelatihan Kewirausahaan di Desa Janti Kec. Waru Sidoarjo sebagai bagian dari upaya membekali warga dengan wawasan dan semangat kewirausahaan. Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu, 15 Agustus 2026, diikuti oleh 25 Bapak dan Ibu yang memiliki usaha mikro dan kecil. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Agus Wiyono, S.Pd., M.T. dan Bu Lynda Refnitasari, S.Si., M.URP. sebagai narasumber.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu hari, Lynda Refnitasari berbagi berbagai tips praktis untuk membangun semangat kewirausahaan, terutama untuk generasi muda dan Warga Makarya Binangun Desa Janti. Materinya tidak hanya membahas cara memulai bisnis, tetapi juga tentang cara berpikir dan berani mengambil langkah pertama.
Salah satu pesan penting yang ia sampaikan adalah betapa pentingnya untuk peka terhadap peluang di sekitar kita. Ia mengatakan bahwa peluang bisnis bisa muncul dari masalah dan kebutuhan yang ada di masyarakat. Jadi, calon pengusaha harus peka dalam melihat kebutuhan ini dan mengubahnya menjadi kesempatan.
Selain peka terhadap peluang, para Warga Makarya Binangun Desa Janti juga didorong untuk berani mengambil keputusan dan memulai usaha meskipun dengan modal yang sedikit. Kekurangan modal seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak memulai. Justru, kreativitas, keberanian, dan kemampuan untuk melihat peluang adalah hal-hal penting yang harus dibangun sejak awal.
Lynda Refnitasari juga menjelaskan bahwa perjalanan menjadi pengusaha tidak selalu mudah. Kegagalan, kerugian, dan berbagai tantangan adalah bagian dari proses yang harus dilalui. Maka dari itu, seorang pengusaha harus memiliki mental yang kuat untuk bangkit dan terus mencoba setelah mengalami kegagalan.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi para Warga Makarya Binangun Desa Janti yang tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki bekal keilmuan dan keagamaan, tetapi juga diharapkan mampu memiliki kemandirian, kreativitas, dan keberanian untuk menciptakan peluang di tengah perubahan dan persaingan dunia kerja.
Kegiatan Pelatihan kewirausahaan berlangsung secara interaktif dan memberikan motivasi kepada para Warga Makarya Binangun Desa Janti untuk mulai melihat potensi yang ada di sekitar mereka. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Darussalam Keputih berharap semangat kewirausahaan dapat tumbuh dan menjadi salah satu bekal penting bagi Warga Makarya Binangun Desa Janti dalam membangun masa depan yang mandiri dan produktif.
“Jangan menunggu memiliki modal besar untuk memulai. Mulailah dari apa yang dimiliki, lihat peluang di sekitar, berani mengambil tindakan, dan jangan takut jatuh. Karena dari proses itulah jiwa kewirausahaan tumbuh,” kata Lynda Refnitasari.
Pelatihan kewirausahaan ditutup dengan kegiatan Basar sebagai implementasi pemahaman, ini menjadi salah satu bentuk komitmen Universitas Negeri Surabaya dalam memberikan pembekalan yang lebih luas pada dunia pesantren, sehingga harapannya para Warga Makarya Binangun Desa Janti tidak hanya siap menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjadi pencipta peluang dan membuka lapangan usaha bagi orang lain. wwn

