28 C
Sidoarjo
Wednesday, September 23, 2026
spot_img

UC Perkuat Entrepreneurship dan Employability, Respons 1 Juta Pengangguran Terdidik di Indonesia


Surabaya, Bhirawa – Universitas Ciputra (UC) Surabaya memperkuat pembelajaran entrepreneurship dan employability bagi mahasiswa seiring masih tingginya angka pengangguran terdidik di Indonesia. Penguatan tersebut menjadi bagian dari strategi UC memasuki usia 20 tahun sekaligus menjawab kebutuhan lulusan agar tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan UC, jumlah pengangguran terdidik dari jenjang Diploma hingga S3 mencapai sekitar 1 juta orang. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Board of Executive Director Yayasan Ciputra Pendidikan, Prof. Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M., mengatakan penguatan entrepreneurship sebenarnya telah menjadi bagian dari pembelajaran UC sejak awal berdiri. Seluruh mahasiswa, apapun program studinya, mendapatkan pembelajaran entrepreneurship melalui pendekatan kolaboratif dan multidisiplin.

“Dari sejak awal UC menekankan seperti keinginan Pak Ciputra, yaitu creating jobs. Para alumni apapun jurusannya melalui model pembelajaran kolaboratif dan multidisiplin belajar tentang entrepreneurship,” ujarnya, Rabu (23/9).

Menurut Denny, mahasiswa tidak hanya belajar teori kewirausahaan, tetapi juga didorong memiliki usaha yang dibangun melalui kelompok belajar. Ke depan, usaha-usaha mahasiswa tersebut akan didorong lebih serius, termasuk dari sisi legalitas dan pengelolaan bisnis.

“Usaha mereka kecil-kecil, tetapi mudah-mudahan bisa membantu rekan-rekan lain untuk kebutuhan kerja. Jadi kami mendorong pembelajaran lebih kuat pada entrepreneurship dan penciptaan employability,” katanya.

Berita Terkait :  MBG Dapur SPPG Ben Urip Mulyo Dukun Gresik Resmi Dibuka

Penguatan tersebut kini dikembangkan melalui dua pilar utama, yakni entrepreneurship dan employability. Jika entrepreneurship diarahkan agar mahasiswa mampu menciptakan peluang, employability difokuskan pada kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.

Rektor UC, Prof. Dr. Wirawan E.D. Radianto, M.ScA, CA., Ak., mengatakan kesiapan kerja mahasiswa dibangun sejak awal perkuliahan. Pembelajaran juga semakin didekatkan dengan kebutuhan industri dengan menghadirkan praktisi, CEO, hingga alumni ke lingkungan kampus.

“Kami tetap percaya memberikan pendidikan yang terbaik dan berkualitas. Itu memastikan tidak hanya keilmuan mereka tetapi karakter mereka,” jelasnya.

Ia mengatakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek juga terus diperkuat. Bahkan, pada jenjang tertentu mahasiswa dapat mengerjakan proyek yang berkaitan langsung dengan kebutuhan industri dan dibimbing oleh dosen maupun praktisi industri.

Sementara itu, Vice Rector for Student Affairs, Employability, and Industry Collaboration UC, Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata, S.T., M.Eng.Sc., CDSS, mengatakan aspek employability mulai dibangun sejak mahasiswa mengikuti Orientation Week (O’Week).

Mahasiswa menjalani pemetaan awal melalui Strength Typology 30 (ST30) dan berbagai asesmen untuk membantu mengenali potensi diri. Selanjutnya, dalam perkuliahan terdapat agenda eksplorasi karier yang diarahkan untuk mempertemukan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan industri.

“Di UC kami memasukkan unsur employability. Mulai O’Week ada tes ST30 dan kuis. Di perkuliahan juga ada agenda eksplorasi karier,” ujarnya.

Penguatan employability tersebut juga dilakukan melalui program magang. UC menyiapkan dosen pembimbing magang yang diutamakan juga menjadi dosen pembimbing tugas akhir mahasiswa.

Berita Terkait :  Sarasehan Kesehatan Jiwa Tekan Remaja Tak Kecanduan Game Online

Tidak hanya mahasiswa, dosen juga dibekali pemahaman mengenai kebutuhan industri. UC menghadirkan mitra industri untuk memberikan pembekalan mulai dari proses seleksi, wawancara, hingga persyaratan yang dibutuhkan perusahaan.

Saat ini, UC memiliki 221 industri yang aktif bekerja sama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 perusahaan merupakan perusahaan global yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk menjalani magang di luar Indonesia.

“Ketika magang, mereka kami lengkapi. Dosen juga kami siapkan dengan memanggil industri, mulai sharing seleksi, wawancara, hingga persyaratan di industri untuk diimbaskan kepada mahasiswa magang,” jelas Trianggoro.

Langkah tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk memasuki dunia kerja. Konsep yang didorong UC adalah get hired before graduation, sehingga pengalaman industri menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

Memasuki usia 20 tahun, UC kini memiliki 7.259 mahasiswa, 255 dosen dan 17 guru besar, dengan sembilan fakultas dan 21 program studi. UC juga telah berkembang melalui UC Makassar yang berdiri pada 2021 dan UC Jakarta yang mulai hadir pada 2026.

Selain itu, Yayasan Ciputra Pendidikan menaungi 11 sekolah nasional dan satu sekolah internasional. UC menegaskan pembelajaran entrepreneurship tidak dibatasi pada program studi atau fakultas tertentu. Entrepreneurship diterapkan di seluruh fakultas dan program studi dengan pendekatan experience-based learning dan project-based learning.

Sementara dari hasil survei terakhir yang dipaparkan Rektor UC, tiga dari lima lulusan UC tercatat telah bekerja. Sebagian lulusan lainnya melanjutkan pendidikan atau memiliki aktivitas profesional maupun usaha. “Tujuannya adalah mengarahkan mereka supaya mendapatkan kesempatan untuk menjadi dirinya versi yang terbaik,” katanya. [ina.wwn]

Berita Terkait :  Cegah Mangkrak, Menteri PU Kawal Langsung Pembangunan Sekolah Rakyat di Lapangan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!