Sistem Lacak Antrean Obat Berbasis Digital
Oleh:
Ihsan Kholil, Bondowoso
RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan inovasi berbasis digital. Salah satunya melalui Cekatan (Cek dan Lacak Antrean), sistem yang memungkinkan pasien memantau progres antrean dan pelayanan resep obat menggunakan barcode.
Inovasi tersebut dipaparkan secara resmi dalam kegiatan di Command Center Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bondowoso, Rabu (23/9). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati, As’ad Yahya Safi’i, Direktur RSUD dr. H. Koesnadi, dr. Yus Priyatna Adryanto, serta jajaran manajemen dan tim teknis RSUD setempat.
Cekatan dirancang untuk memberikan kemudahan, kepastian, dan transparansi kepada pasien maupun keluarga pasien dalam mengetahui tahapan proses pelayanan resep obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS).
Melalui sistem tersebut, setiap tahapan pelayanan resep dicatat secara digital. Mulai dari resep dikirim dan diterima petugas farmasi, proses pengerjaan atau penyiapan obat oleh apoteker, pengecekan atau pemeriksaan ulang keamanan obat, hingga obat siap diserahkan kepada pasien.
Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i, menyampaikan, inovasi Cekatan lahir dari dinamika pelayanan yang selama ini dirasakan masyarakat, khususnya ketika menunggu proses pengambilan obat di rumah sakit.
“Pasien terkadang merasa cemas atau tidak mendapatkan kepastian mengenai sejauh mana resep obat yang sedang mereka tunggu telah diproses,”ungkapnya.
Padahal, secara umum alur pelayanan resep di RSUD dr. H. Koesnadi telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari penerimaan resep, penyiapan obat, pengecekan akhir, hingga penyerahan kepada pasien.
Tantangan yang kemudian diperkuat melalui Cekatan adalah keterbukaan informasi serta pencatatan waktu pada setiap tahapan pelayanan. Dengan sistem digital tersebut, proses pelayanan dapat terlihat, terukur, dan dipantau secara lebih akurat.
Sementara, Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adryanto, mengatakan inovasi tersebut mendapat respons cukup positif setelah dipaparkan di hadapan tim penilai.
“Alhamdulillah, tadi sudah kita paparkan di tim penilai dan responsnya cukup positif, karena sangat membantu masyarakat dalam mengetahui progres layanan antrian obat,” ujarnya.
Menurut dr. Yus, Cekatan memberikan kemudahan bagi pasien untuk mengetahui perkembangan proses obat tanpa harus terus berada di lingkungan rumah sakit.
“Jadi, pasien bisa mengetahui progres obat diterima dari loket sampai penyerahan kepada pasien. Pasien bisa mengetahui obat selesai walaupun sedang di luar rumah sakit,” jelasnya.
Untuk mengakses layanan tersebut, pasien cukup melakukan pemindaian atau scan barcode yang disediakan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit.
Dengan sistem ini, pasien dapat mengetahui apakah resep masih dalam proses pengerjaan atau sudah selesai dan siap diserahkan. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian selama pasien menunggu pelayanan obat.
Ia menjelaskan, Cekatan bukan merupakan aplikasi yang dapat diunduh secara bebas melalui Play Store. Sistem tersebut dikembangkan secara mandiri oleh RSUD dr. Koesnadi Bondowoso dan saat ini digunakan khusus untuk pelayanan di rumah sakit tersebut.
“Inovasi ini bermanfaat untuk masyarakat dan bisa mempermudah serta memberi kenyamanan untuk pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. [san.gat]

