27 C
Sidoarjo
Sunday, April 26, 2026
spot_img

Wujudkan Net Zero Emission, UB-PLN Kembangkan Kendaraan Hybrid Hydrogen-EV

Kota Malang, Bhirawa
Akselerasi transisi energi bersih di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan industri. Terbaru, Universitas Brawijaya (UB) menggandeng PT PLN (Persero) memulai proyek ambisius konversi kendaraan Hybrid Hydrogen-Electric Vehicle (EV).

Langkah besar ini ditandai dengan Kick Off Meeting proyek riset yang digelar di Ruang Rapat Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains & Teknologi (DIKST), Gedung Layanan Bersama UB, akhir pekan kemarin. Sinergi ini memfokuskan pada integrasi teknologi listrik dan hidrogen guna mendukung target nasional Net Zero Emission.

General Manager PT PLN, Ir H Mochammad Soleh ST MT IPM mengungkapkan, proyek ini membawa inovasi yang berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya konversi dilakukan pada kendaraan berbahan bakar minyak, kali ini PLN dan UB menyasar kendaraan listrik murni untuk disuntikkan teknologi hidrogen.

“Keunggulannya ada pada efisiensi daya tempuh dan waktu pengisian. Dengan tambahan hidrogen, daya tempuh kendaraan bisa meningkat drastis melampaui 500 kilometer. Selain itu, proses pengisian energi hidrogen hanya butuh waktu sekitar lima menit, jauh lebih singkat dibanding pengisian baterai listrik yang mencapai 30 menit,” urai Mochammad Soleh.

Ditambahkan Soleh, pihaknya telah menerima komponen fuel cell yang akan menjadi jantung konversi energi. Targetnya, proses modifikasi rampung dalam waktu dekat sehingga uji coba perdana dapat dilakukan pada Juni mendatang.

Berita Terkait :  IPLM Kota Probolinggo Tercatat 79,02, Pelajar Sekolah Rakyat Tingkatkan Literasi

Sementara itu, Pimpinan DIKST UB, Brillyanes Sanawiri SAB MBA PhD menyambut positif kelanjutan kerja sama ini. Menurutnya, DIKST berkomitmen menjadi jembatan bagi para akademisi UB agar riset yang dihasilkan tidak berhenti di laboratorium, melainkan masuk ke hilirisasi industri.

“Kami berharap ini menjadi wadah bagi dosen dan peneliti UB untuk menyalurkan gagasan dalam pengembangan riset industri nasional yang berdampak nyata,” tegas Brillyanes.

Senada, tim peneliti UB Dr ES Widha Kusumaningdyah ST MT menekankan bahwa riset ini tidak hanya bicara soal perangkat keras (hardware), tetapi juga membangun ekosistem. UB melibatkan lintas fakultas, termasuk FILKOM untuk pengembangan platform perangkat lunak, guna memastikan riset ini menjawab kebutuhan pasar dan sosial-ekonomi masyarakat.

“Kolaborasi ini melibatkan tim mahasiswa unggulan Apatte 62 dari Fakultas Teknik yang memang fokus pada mobil hemat energi. Kami ingin hasil riset ini nantinya menjadi dasar pengambilan kebijakan bagi pemerintah dalam transisi energi,” jelas Widha.

Di sisi lain, Ir Toufiq Fahrudin ST MT dari Puslitbang PLN memaparkan bahwa kolaborasi dengan UB telah menunjukkan tren positif sejak 2024. Dari awalnya hanya dua topik penelitian, kini berkembang menjadi tiga topik strategis di tahun 2026. PLN berkomitmen memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitas media penelitian hingga dukungan operasional tim riset di lapangan.[mut.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!