Pemprov Jatim, Bhirawa. – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat sinergi pengembangan vokasi melalui Rapat Koordinasi Penyusunan Strategi Daerah Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) dalam rangka implementasi kebutuhan pelatihan vokasi di wilayah kerja Bakorwil V Jember.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur itu diikuti perwakilan tujuh kabupaten/kota, yakni Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Rakor ini menjadi forum evaluasi capaian program TKDV sekaligus penyusunan langkah strategis lanjutan agar pelatihan vokasi lebih selaras dengan kebutuhan pasar kerja (demand driven).
Rakor yang difokuskan pada empat agenda utama, yaitu perkembangan program TKDV di masing-masing kabupaten/kota, evaluasi kinerja kelompok kerja (Pokja), analisis SWOT, serta penyusunan rencana tindak lanjut (RTL). Melalui forum ini, pemerintah daerah didorong memetakan capaian, kendala, peluang, dan tantangan pengembangan vokasi di wilayah masing-masing.
Hasil pembahasan dalam rakor akan menjadi dasar penyusunan strategi perbaikan program sekaligus komitmen kabupaten/kota untuk mengintegrasikan program dan kegiatan TKDV ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah tahun berikutnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang diisi laporan penyelenggaraan oleh Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Prov. Jatim dan sambutan Kepala Bakorwil V Jember sekaligus, Budi Raharjo membuka secara resmi mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, Bappeda Provinsi Jawa Timur, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memaparkan tindak lanjut kegiatan TKDV tingkat provinsi.
Peserta kemudian mengikuti Focus Group Discussion (FGD) berdasarkan masing-masing kabupaten/kota bersama Pokja 1, Pokja 2, dan Pokja 3 untuk membahas kebutuhan pelatihan vokasi yang sesuai dengan karakteristik daerah dan kebutuhan dunia kerja.
Kepala Bakorwil V Jember Budi Raharjo menegaskan bahwa forum ini menunjukkan TKDV telah bergerak dari tahap sosialisasi menuju evaluasi dan penyusunan strategi yang lebih terukur. Menurutnya, penyelarasan kompetensi dan pemenuhan pasar kerja yang demand driven membutuhkan kerja bersama yang konsisten serta sinergi lintas sektor. Setidaknya ada 5 Keys Performa Indicator (KPI) capaian TKDV dimasa datang yaitu serapan lulusan sesuai bidang kerja, penurunan missmatch tenaga kerja, sistem pasar kerja yang efektif, jalur pengembangan/perbaikan kompetensi sesuai potensi dan peningkatan produktivitas sektor unggulan. Kepala Bakorwil V Jember Budi Raharjo menekankan perlu kerja bersama, dan semuanya tidak bisa menjalankan dengan capaian sendiri-sendiri sesuai tagline “More Than One-grow Together”.
Keterlibatan Bappeda, KADIN, dan Dinas Pendidikan dalam satu forum juga menandakan bahwa penyelarasan kompetensi tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab satu perangkat daerah, melainkan agenda bersama antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha.
Sebagai tuan rumah, Bakorwil V Jember berperan sebagai simpul koordinasi yang menghubungkan kebijakan ketenagakerjaan provinsi dengan implementasi di tujuh kabupaten/kota. Forum ini mempertemukan Pokja kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah teknis, dan dunia usaha dalam satu meja pembahasan untuk memperkuat koordinasi pengembangan vokasi di wilayah kerja Bakorwil V. Selain itu Bakorwil juga uji coba penerapan dan pengembangan magang di pemerintahan dan Millenial Job Center ( MJC) berbasis “Green Corridor” yang fokus mengembangkan potensi lokal kopi,kakao dan hasil laut.
Rakor Penyusunan Strategi Daerah TKDV ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum evaluasi, tetapi menjadi dasar penguatan ekosistem vokasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Penyelarasan kompetensi dan pemenuhan pasar kerja yang demand driven membutuhkan kerja bersama dan tim yang terus tumbuh bersinergi, sehingga program pelatihan vokasi benar-benar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja di Jawa Timur.
Semangat yang diusung melalui TKDV adalah membangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia pendidikan, dan dunia usaha, karena pengembangan talenta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan melalui sinergi yang berkelanjutan.[rac.ca]


