Surabaya, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya perkuat pencegahan campak melalui Edukasi Masyarakat dan Kewaspadaan Terhadap Penularan Campak serta Potensi Kejadian Luar Biasa (KLB). Kebijakan tersebut berfokus pada peningkatan edukasi masyarakat, deteksi dini gejala, dan penguatan cakupan imunisasi campak-rubela (MR) untuk melindungi kesehatan warga, Pemkot Surabaya mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan campak. Rabu, (14/10/2026)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjelaskan campak ialah penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi dan penerapan langkah pencegahan yang tepat. “Campak merupakan penyakit menular dapat menyebar dengan cepat, tapi dapat dicegah melalui imunisasi dan penerapan perilaku pencegahan yang tepat,” jelasnya.
Lanjut Billy mengatakan Pemkot Surabaya mengoptimalkan penyebaran informasi melalui perangkat daerah (PD), kecamatan, kelurahan, media sosial resmi pemerintah, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan, edukasi dilakukan melalui Posyandu, PKK, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) agar informasi mengenai gejala, penularan, dan pencegahan campak dapat menjangkau keluarga secara lebih luas. “Peningkatan pengetahuan masyarakat jadi salah satu langkah penting untuk mendorong perilaku hidup sehat dan memastikan warga memperoleh penanganan yang tepat apabila mengalami gejala penyakit,” tuturnya.
Billy himbau masyarakt segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam yang disertai ruam pada kulit atau gejala lain yang mengarah pada campak, pemeriksaan dari awal membantu tenaga kesehatan melakukan penilaian dan memberikan penanganan sesuai kondisi pasien.
Selain edukasi, tambah Billy penguatan imunisasi jadi satu fokus utama pencegahan campak, pastikan anak mendapatkan imunisasi campak-rubela (MR) secara lengkap sesuai usia. “Kecamatan dan kelurahan didorong mendukung pelaksanaan imunisasi rutin, imunisasi kejar bagi anak yang belum melengkapi dosis, serta imunisasi tambahan sesuai kebijakan dan hasil kajian epidemiologi,” tuturnya.
Billy berharap upaya pencegahan campak berjalan lebih efektif, masyarakat diajak menerapkan prinsip cegah, kenali, dan segera periksa sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.[ren.ca]



