29.4 C
Sidoarjo
Wednesday, October 14, 2026
spot_img

Menyiapkan Generasi Masa Depan Lewat Urgensi Literasi Keuangan Sejak Dini

Sering kali kita melihat anak-anak begitu mahir mengoperasikan gawai untuk memesan makanan atau membeli mainan daring. Sayangnya, kemahiran teknologis ini jarang dibarengi dengan pemahaman dari mana uang tersebut berasal dan bagaimana cara mengelolanya. Uang digital yang tidak berwujud fisik membuat anak-anak rentan kehilangan kepekaan terhadap nilai nominal uang. Mereka cenderung melihat uang sebagai komoditas tanpa batas yang selalu tersedia di dalam aplikasi. Jika dibiarkan, pola pikir konsumtif ini akan terbawa hingga dewasa, memicu perilaku impulsif, dan memperbesar risiko terjebak masalah finansial seperti utang atau penipuan digital di masa depan.

Oleh karena itu, pengajaran literasi keuangan sejak dini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang harus diintegrasikan dalam pola asuh dan sistem pendidikan kita. Literasi keuangan bukan berarti kita mengajari anak untuk menjadi sosok yang pelit. Sebaliknya, ini adalah fondasi penting untuk membentuk karakter yang bertanggung jawab, bijaksana, dan mandiri secara finansial.

Mengajarkan literasi keuangan pada anak dapat dimulai dari hal sederhana di lingkungan keluarga. Orang tua bisa mengenalkan konsep membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Anak-anak perlu diajarkan bahwa tidak semua hal yang mereka inginkan harus dipenuhi seketika. Konsep menabung juga harus direvitalisasi, bukan sekadar menyisihkan uang sisa, melainkan mengalokasikan dana secara sengaja untuk tujuan tertentu di masa depan. Melalui proses ini, anak belajar tentang arti kesabaran dan kerja keras.

Berita Terkait :  Rehab Sarpras, Pacu Semangat Siswa Smanor Raih Prestasi

Selain peran keluarga, institusi pendidikan juga memegang peranan penting. Kurikulum sekolah sebaiknya tidak hanya fokus pada teori ekonomi yang abstrak, tetapi juga mulai memasukkan materi literasi keuangan praktis. Simulasi mengelola uang jajan atau rencana pengeluaran dapat dikemas dalam metode pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Investasi terbaik yang bisa kita berikan kepada generasi penerus bangsa bukan hanya tumpukan materi, melainkan bekal ilmu dan kecerdasan dalam mengelolanya. Jika kita ingin melihat Indonesia di masa depan diisi oleh masyarakat yang sejahtera dan merdeka secara finansial, mari kita mulai dengan mengajarkan literasi keuangan pada anak-anak kita hari ini.

Ahmad Sulaiman
Jakarta Selatan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!