28.9 C
Sidoarjo
Tuesday, October 13, 2026
spot_img

Pemprop Jatim 81 Tahun

Masyarakat seantero Jawa Timur memiliki warisan budaya kerja keras dan ikhlas. Walau tidak disertai jaminan hasil kerja yang men-sejahterakan. Masyarakat tetap bekerja. Bahkan berprestasi besar skala nasional. Terutama menjadi penyangga pangan nasional. Sekaligus menjamin swasembada. Berbagai bahan pangan utama, di-suplai dari Jatim. Terutama beras, jagung, gula, daging sapi, dan susu. Juga hasil perikanan budidaya dan hasil tangkapan nelayan. Ironisnya, Jawa Timur belum termasuk 10 besar propinsi dengan kualitas kehidupan yang baik.

PDRB Jawa Timur pada trilwulan kedua tahun 2026, sudah mencapai Rp 930 trilyun (Atas Dasar Harga Berlaku, ADBH). Serta sebesar Rp 538,59 trilyun secara ADHK (Atas Dasar Harga Konstan). Tumbuh 5,72%, lebih tinggi dibanding nasional. Sehingga pendapatan per-kapita mencapai Rp 80,86 juta per-tahun. Dikalkulasi menjadi Rp 6,73 juta per-bulan. Berdasar data BPS Jawa Timur, garis kemiskinan (pengeluaran) sebesar Rp 558,03 ribu hingga 609,73 ribu per-kapita per-bulan.

Ironisnya, tiga propinsi besar di Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur) tidak termasuk 10 besar propinsi dengan tingkat kualitas kehidupan yang terbaik. Konon disebabkan banyaknya penduduk (total 140 juta di tiga propinsi, setara separuh penduduk Indonesia). Berujung disparitas antara perkotaan dengan perdesaan. Misal, angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Jawa Timur pada peringkat ke-12, dengan nilai 76,13. Disusul Jawa Barat pada peringkat ke-15, dengan nilai 75,90. Serta Jawa Tengah pada peringkat ke-20, dengan nilai 74,77.

Berita Terkait :  SD, SMP, Wajib Gratis

Begitu pula indeks rata-rata harapan lama sekolah (HLS) di Jawa Barat, tercatat 9,14 tahun. Tertinggi di Kota Bekasi (12,32 tahun, berarti sampai lulus SLTA). Disusul Kota Depok (11,83 tahun), lalu Kota Bandung (11,41 tahun). Sedangkan HLS di Jawa Timur sebesar 8,60 tahun (tidak lulus SMP). Penduduk Kota Madiun memiliki rata-rata lama sekolah 12,12 tahun (lulus SLTA). Sedangkan Surabaya memiliki rata-rata lama pendidikan 11,3 tahun (putus sekolah kelas XII).

Tujuh propinsi yang memiliki IPM lebih tinggi dibanding Jawa Timur, sesungguhnya memiliki aksesi infrastruktur yang kurang memadai. Termasuk Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Riau. Tetapi disparitas wilayah, dan beban jumlah penduduk di Jawa sudah sangat berat. Menjadi warning me-realisasi janji kampanye setiap Kepala Daerah (Gubernur, serta Bupati dan Walikota).

Pemerintah Propinsi Jawa Timur kini sudah berusia 81 tahun, dengan dukungan APBD (tahun 2026) sebesar Rp 29,90 trilyun. Walau seolah-olah mundur satu dekade (ke tahun 2017). Masyarakat yang telah berprestasi patut memperoleh pen-sejahtera-an oleh Pemerintah Daerah. Namunironis, kawasanpesisir, masihidentiksebagaikantungkemiskinan. Padahalproduksi pembesaran perikanan budidaya di Jawa Timur tercatat sebesar 1,393 juta ton. Di darat, kekayaan usaha ke-pertani-an, juga menjulang.

Produksipadipada 2026diperkirakansebesar 10,24 juta ton GKG (gabahkeringgiling). Diperkirakanbakalmenjadiberassebanyak 5,91 juta ton. Setara 20% panennasional. PetaniJawaTimurjugahandaldalampeternakan. Padatahun 2026bakaldihasilkansebanyak100,85 ribu ton daging sapi, susut dibanding tahun 2024-2025, karena wabah PMK. Sertaterdapatsususegarsebanyak 475 ribu ton, yang seringterguncang, karenake-tidakpasti-an harga.

Berita Terkait :  Bahan Pangan Naik

Tetapisangatterasapemerintahdaerah”berhutang”kesejahteraanpadapetani. SedangkanPemerintahPropinsiselama 81 tahun, nampakbersolekmakingagah. Secarastrukturaldanfinansial, makingemuk. Diharapkanpemerintahhadirlebihdekatkepetani, denganfasilitasialatdanmesinpertanian modern. Serta fasilitasinelayan, agar bisamelautlebihjauh.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!