28 C
Sidoarjo
Wednesday, October 14, 2026
spot_img

Seleksi Dewan Pendidikan Jawa Timur Periode 2027-2032


Sasar Komposisi Beragam, Libatkan Praktisi Pendidikan hingga Dunia Usaha

Pemprov, Bhirawa – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur membuka seleksi anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur periode 2027-2032 untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Hingga Selasa (13/10), sebanyak 45 calon telah mendaftar untuk mengisi sekitar 11 posisi anggota Dewan Pendidikan.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, seleksi tersebut menjadi momentum untuk menghadirkan komposisi Dewan Pendidikan yang lebih beragam, sesuai tantangan dan kebutuhan pendidikan ke depan.

Selain praktisi pendidikan, pihaknya membuka peluang bagi kalangan profesional, pengusaha, pakar hukum, budayawan, mantan kepala SMA dan SMK serta unsur lain yang memiliki kepedulian dan kontribusi terhadap pendidikan.

“Kami berharap komposisi Dewan Pendidikan periode berikutnya cukup lengkap. Bukan hanya praktisi yang terlibat langsung dalam proses pendidikan, tetapi juga orang-orang yang peduli dan bisa memberikan pertimbangan, saran, serta masukan untuk memperkuat program pendidikan di Jawa Timur,” ujar Aries, Selasa (13/10).

Menurutnya, Dewan Pendidikan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pertimbangan dan masukan terhadap kebijakan pendidikan. Karena itu, anggota yang terpilih diharapkan memiliki kompetensi, pengalaman, dan perspektif yang dapat memperkuat pelaksanaan program Jatim Cerdas yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Aries menambahkan, keterlibatan unsur dunia usaha dan dunia industri (DUDI) menjadi salah satu hal yang ingin diperkuat. Kehadiran unsur tersebut diharapkan dapat membantu menyelaraskan pendidikan, khususnya pendidikan vokasi, dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan investasi.

“Kami ingin ada unsur DUDI yang benar-benar memahami kebutuhan lulusan SMK, sehingga bisa memberikan pertimbangan bagi pengembangan pendidikan vokasi. Kami juga berharap mantan kepala sekolah dan praktisi pendidikan ikut mendaftar karena mereka memahami kondisi pendidikan secara langsung,” jelasnya.

Berita Terkait :  Kerja Keras, SMAN 1 Pandaan Raih Juara Umum Kompetisi Marching Band tingkat Dunia

Selain itu, komposisi Dewan Pendidikan diharapkan mencakup unsur yang memahami pengembangan talenta siswa di bidang akademik, seni, budaya, dan olahraga. Dengan demikian, rekomendasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga mendukung pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.

Pasalnya, saat ini telah berdiri enam SMA negeri Taruna di Jawa Timur. Yakni SMAN Taruna Nala, SMAN 3 Taruna Angkasa, SMAN 2 Taruna Bhayangkara, SMAN 5 Taruna Brawijaya, SMAN 1 Taruna Madani dan SMAN 2 Pamong Praja. Jawa Timur juga telah mendirikan SMA negeri olahraga (SMANOR) serta SMK dengan jurusan kesenian terbesar dan terlengkap di Indonesia yaitu SMKN 12 Surabaya.

“Karena itu, kami ingin unsur dewan pendidikan diisi dari berbagai kalangan yang memiliki kepedulian dalam memajukan pendidikan di Jawa Timur,” ucap Aries.

Aries berharap proses seleksi tersebut menghasilkan anggota Dewan Pendidikan yang mampu memberikan warna baru sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

“Kami benar-benar ingin mendapatkan orang-orang berkualitas dari berbagai sektor yang bisa bersama-sama memajukan pendidikan Jawa Timur. Dewan Pendidikan bukan semata-mata jabatan atau pekerjaan, melainkan ruang untuk berkontribusi dan berkolaborasi demi mewujudkan Jatim Cerdas,” pungkasnya.

Dewan Pendidikan Jatim Dituntut Adaptif terhadap Era Digital dan Berorientasi Internasional

Anggota Tim Panitia Seleksi Dewan Pendidikan Jawa Timur, Suko Widodo, menegaskan pentingnya menjaring figur yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital sekaligus mendorong daya saing pendidikan Jawa Timur di tingkat internasional.

Menurut Suko, anggota Dewan Pendidikan periode 2027-2032 harus memiliki kematangan berpikir, pengalaman, serta visi ke depan. Hal ini diperlukan agar dunia pendidikan Jawa Timur tidak terjebak dalam zona nyaman di tengah perubahan teknologi dan meningkatnya tuntutan masyarakat.

“Kita mencari orang-orang yang cocok di zamannya. Era digital perubahannya luar biasa, sehingga kita harus benar-benar belajar dan menyiapkan dunia pendidikan yang mampu menuju tingkat internasional,” ujarnya.

Berita Terkait :  DPU Bina Marga Jatim Adopsi Bridge Management System Kelola Aset Jembatan

Suko menilai, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola belajar peserta didik. Siswa kini tidak hanya menerima penjelasan guru, tetapi juga mampu mencari referensi secara mandiri dan mempertanyakan dasar dari setiap penilaian maupun materi yang diberikan.

Kondisi tersebut, menurut dia, menuntut tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan metode pembelajaran. Dewan Pendidikan juga perlu mengambil peran dalam memastikan perubahan tersebut menjadi perhatian dalam pengembangan kebijakan pendidikan.

“Kalau gurunya tidak disiapkan dan Dewan Pendidikan tidak mengingat hal-hal semacam itu, saya kira kita juga akan ketinggalan. Posisi kita secara internasional juga bisa dinilai seperti itu,” tegasnya.

Selain penguasaan teknologi, pakar komunikasi politik ini menilai pendidikan Jawa Timur memiliki modal untuk berkembang di tingkat global. Keberadaan sekolah-sekolah dengan sistem pendidikan berasrama dan pembinaan karakter, seperti SMA Taruna, serta pesantren yang menjadi bagian penting ekosistem pendidikan Jawa Timur, dinilai dapat mendukung penguatan daya saing tersebut.

Ia menyebut pesantren di Jawa Timur juga memiliki jangkauan yang melampaui wilayah domestik, dengan kehadiran pelajar dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Singapura, China, dan Jepang.

Karena itu, ia berharap pengembangan pendidikan Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada kebutuhan lokal, tetapi juga mampu memenuhi tantangan dan standar internasional.

Adapun susunan panitia seleksi Dewan Pendidikan Jawa Timur periode 2027-2032 terdiri atas lima tokoh dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi, meliputi ekonomi, pendidikan, psikologi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta hukum. Mereka adalah Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, S.E., M.Sc. dari Universitas Brawijaya; Prof. Djoko Saryono dari Universitas Negeri Malang; Prof. Pardji, M.Pd. dari Universitas PGRI Madiun; Dr. Suko Widodo, M.Si., Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur; serta Dr. Diana Rahmasari, S.Psi., M.Psi. dari Universitas Negeri Surabaya.

Berita Terkait :  ASN Kota Mojokerto, Mochamad Yasin Raih Guru Terbaik II Tingkat Nasional

Terkait komposisi anggota Dewan Pendidikan periode mendatang, Suko menyampaikan usulan agar keanggotaan tidak hanya diisi kalangan yang berlatar belakang pendidikan formal. Menurut dia, pihak yang memiliki kontribusi nyata terhadap dunia pendidikan juga perlu mendapat ruang.

Figur dari kalangan pengusaha hingga budayawan, misalnya, dinilai dapat memberikan perspektif berbeda dalam mendukung pengembangan pendidikan. Kalangan budayawan dapat berkontribusi dalam penguatan etika dan karakter, sedangkan unsur lainnya dapat membawa pengalaman serta keahlian sesuai bidang masing-masing.

“Dewan Pendidikan tidak harus diambil dari orang pendidikan, tetapi orang yang berkontribusi pada pendidikan. Saya berharap komposisinya lengkap, tetapi semuanya memiliki kontribusi terhadap pendidikan,” jelasnya.

Sebagai informasi, pendaftaran calon anggota Dewan Pendidikan Jatim periode 2027-2032 dibuka pada 5-16 Oktober 2026. Tahapan berikutnya meliputi pemeriksaan kelengkapan administrasi pada 17-24 Oktober, pengumuman calon yang lolos administrasi pada 27 Oktober, serta wawancara dan presentasi pada 30 Oktober 2026.

Pengumuman hasil seleksi akademik, wawancara, dan presentasi dijadwalkan pada 17 November 2026. Sementara itu, pelantikan anggota Dewan Pendidikan periode baru direncanakan berlangsung pada awal Desember 2026.

Calon anggota harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan pendidikan, berusia 35-70 tahun per 28 Desember 2026, bukan anggota partai politik, serta mempunyai pengalaman pengembangan pendidikan minimal lima tahun. Persyaratan pendidikan minimal adalah S3 atau guru besar di bidang relevan, atau S2 dengan pengalaman pengembangan pendidikan tingkat nasional.

Ia berharap proses seleksi mampu menghasilkan susunan anggota yang memiliki kompetensi beragam, pengalaman memadai, serta kepekaan terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, Dewan Pendidikan dapat menjadi mitra strategis dalam mendorong kemajuan pendidikan Jawa Timur secara berkelanjutan. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!