Surabaya, Bhirawa – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jawa Timur mengenalkan budaya literasi sejak dini kepada anak-anak melalui layanan literasi dalam kegiatan bakti sosial (baksos) Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut jadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Disperpusip Jatim menghadirkan sejumlah aktivitas edukatif untuk menumbuhkan minat baca anak, mulai dari membaca bersama, mendongeng, permainan kreatif dan edukatif, lomba mewarnai, hingga layanan mobil perpustakaan keliling (MPK), Rabu (14/10).
Layanan literasi merupakan hasil kolaborasi Disperpusip Jatim dengan Disperpusip Kabupaten Sumenep, sebanyak 50 siswa taman kanak-kanak (TK) dari TK Al UMM, TK Usmani, dan TK Dharma Wanita Kabupaten Sumenep mengikuti kegiatan tersebut.
Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, MSi mengatakan, layanan literasi yang diintegrasikan dalam baksos peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim itu menjadi salah satu upaya mengenalkan buku dan pengetahuan kepada anak-anak sejak usia dini. “Kegiatan layanan literasi ini kami ingin agar anak-anak dapat terbangun minat baca mereka dan memahami dunia literasi sejak dini,” katanya.
Lanjut Tiat menjelaskan, pengenalan literasi dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak. Salah satunya dengan mengajak anak-anak membaca buku yang mereka sukai serta mengikuti lomba mewarnai untuk mengembangkan kreativitas dan mengekspresikan gagasan.
“Ini merupakan kegiatan sederhana yang menarik minat mereka dalam mengekspresikan apa yang ada di benak pikiran mereka,” jelas mantan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim tersebut.
Tiat mengukapkan bahwa panitia juga menyediakan hadiah bagi anak-anak yang mengikuti lomba mewarnai. Selain itu, kehadiran badut dan pendongeng turut menyemarakkan kegiatan layanan literasi tersebut.
“Anak-anak diajak menyaksikan atraksi badut yang dibawakan Ahmad Syafie serta mendengarkan dongeng dari Kak Fathor Rahman. Dalam kesempatan itu, pendongeng membawakan cerita tentang Sakera, tokoh pahlawan dari Madura,” pungkasnya.
Tiat menilai, pendekatan melalui cerita dan hiburan edukatif dapat menjadi sarana untuk mendekatkan anak-anak dengan buku sekaligus menumbuhkan ketertarikan terhadap kegiatan membaca. “Cara sederhana ini memberikan warna menarik bagi anak-anak untuk tertarik dengan cerita lewat buku cerita,” terangnya.
Tiat berharap pengenalan literasi sejak dini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan budaya baca masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumenep. Upaya itu juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Jawa Timur.
“Berdasarkan data 2025, IPLM Jawa Timur tercatat sebesar 56,29, sedangkan TKM mencapai 58,86, capaian tersebut diharapkan terus meningkat melalui penguatan layanan literasi yang menjangkau masyarakat hingga ke daerah, Nilai lumayan tinggi jika dibanding nasional,” imbuhnya. [ren.wwn]



