28 C
Sidoarjo
Wednesday, October 14, 2026
spot_img

Mahasiswa PPDS Obgyn Unusa Juara Pertama Pelatihan Basic Surgical Skills Regional

Dr Ardita Faradhika Hidayati

Surabaya, Bhirawa – Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meraih predikat peserta terbaik pertama dalam Pelatihan Basic Surgical Skills (BSS) I Regional Periode 2 Tahun 2026 diselenggarakan oleh Komisi Pelatihan Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia (KOGI) bersama Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Bersaing dengan 45 peserta lainnya yang berasal dari berbagai institusi penyelenggara PPDS Obgyn, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, capaian ini bentuk pengakuan atas kompetensi, ketekunan, dan kemampuan mengikuti pelatihan keterampilan bedah dasar yang menjadi salah satu tahapan penting dalam pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, Rabu (14/10).

Ketua Program Studi PPDS Obgyn Unusa, Dr. Hermanto mengatakan Unusa terus berkomitmen mengembangkan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kompetensi dan mutu layanan kesehatan.

“Prestasi mahasiswa pada pelatihan profesional seperti BSS I diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat profesionalisme, dan mempersiapkan diri memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” jelasnya.

Mahasiswa PPDS Obgyn Unusa, Dr. Ardita Faradhika Hidayati mengukapkan pelatihan BSS I merupakan program terstruktur yang diselenggarakan KOGI sejak 2009 sebagai bagian dari upaya standardisasi keterampilan bedah dasar bagi calon dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di Indonesia.

“Pelatihan dilengkapi modul berbasis kompetensi yang mencakup buku acuan, buku pelatih, dan buku peserta, sehingga proses pembelajaran dan penilaian memiliki standar yang terarah,” ujarnya.

Berita Terkait :  Pertemuan AIAT se-Indonesia Dorong Pengarusutamaan Riset Berbasis Surah

Alumni FK Unusa Angkatan 2015, kini mengambil PPDS Obgyn di Unusa bersama 4 peserta lainnya sebagai angkatan pertama, Selain PPDS Obgyn tahun ini Unusa juga dipercaya untuk menerima PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru).

Lanjut Ardita menyampaikan bagi peserta PPDS-1 Obgyn, pelatihan BSS I menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti ujian nasional, sebab itu penguasaan keterampilan yang diajarkan dalam pelatihan merupakan bagian penting dari proses pembentukan kompetensi calon dokter spesialis.

“Peserta dibekali berbagai keterampilan dasar yang diperlukan dalam praktik bedah Obstetri dan Ginekologi, materi diberikan meliputi pencegahan infeksi, penggunaan instrumen bedah, pemilihan dan penggunaan benang serta jarum, teknik simpul, insisi, penjahitan, hemostasis, diseksi, episiotomi, penjahitan ruptur perineum, hingga penggunaan electrosurgery,” tuturnya.

Ardita berharap tidak hanya memahami prinsip dan prosedur keterampilan bedah dasar, tetapi juga mampu mendemonstrasikannya sesuai standar kompetensi yang ditetapkan. “Penguasaan keterampilan jadi fondasi penting mempersiapkan dokter spesialis yang kompeten, teliti, dan mengutamakan keselamatan pasien,” pungkasnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!