28 C
Sidoarjo
Wednesday, October 14, 2026
spot_img

Smamda EduFair 2026 dapat Perhatian dan Antusias Siswa Kelas XII Surabaya

Surabaya, Bhirawa. – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya kembali menggelar Education Fair (EduFair) 2026 guna membekali para siswa dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan. Edufair menghadirkan 32 perguruan tinggi baik negeri, swasta (PTN/PTS), maupun institusi pendidikan luar negeri ini mendapat perhatian siswa kelas XII Kota Surabaya.

 Menurut Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Ustadz Mukhlasin ST MPd, antusiasme perguruan tinggi dan jumlah konsultan yang berpartisipasi tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah peserta pameran pendidikan dinilai memberikan angin segar bagi siswa yang ingin melanjutkan studi tak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

 ‘’Tahun ini peminatnya bertambah, konsultan pendidikan yang hadir juga makin banyak. Ini positif karena bisa membukakan jalan bagi siswa yang ingin kuliah ke luar negeri yang jurusannya pun tidak hanya satu negara saja, melainkan sekian banyak negara,’’ ujar Ustadz Mukhlasin saat ditemui usai meninjau 32 booth pameran.

 Berbagai perguruan tinggi, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka, Perguruan Tinggi Swasta, hingga politeknik (Program D-3 dan D-4) memeriahkan pameran ini. Menariknya, sejumlah universitas mitra juga menawarkan berbagai kemudahan fasilitas bagi siswa Smamda, diantaranya potongan biaya pendidikan (DP) yang murah hingga program beasiswa khusus.

 ‘’Ada kampus dari Korea yang memberikan keringanan hingga 50%, bahkan ada yang sampai 75% hingga 100% bagi siswa Smamda yang memiliki kemampuan bahasa asing. Ini merupakan hasil kerja sama dan negosiasi langsung pihak sekolah dengan perguruan tinggi terkait,’’ jelasnya.

Berita Terkait :  PLN Tulungagung Pastikan Tak Ada Pemadaman Bergilir Secara Masif

 Sementara itu, Marketing Scolier sebagai Lembaga Konsultan Pendidikan Sekolah di Luar Negeri (LN), Citra Novia Sari SPd menjelaskan, lembaganya tertarik untuk mengarahkan para siswa Smamda untuk studi ke luar negeri karena kesempatannya lebih banyak, belum lagi kompetisinya cukup tinggi kalau stagnan di Indonesia. Sehingga kesempatan studi di luar negeri yang banyak bila dilewatkan kan sayang.

 ”Ketika kami komunikasi dengan Bimbingan Konseling (BK) dan Tim Humas Smamda, ternyata minat siswa Smamda untuk studi ke LN itu tinggi sangat tinggi. Sehingga memutuskan untuk ikut Pameran Edufair Smamda 2026 agar para siswa tahu lebih banyak dan dapat akses informasinya,” ujar Citra.        

 Citra menjelaskan, saat ini yang diminati siswa Indonesia yang sekolah di LN yakni di Malaysia, Thaiwan karena ranking tinggi dan biaya hidupnya kurang lebih sama dengan biaya hidup Negara Indonesia.

 Di sisi lain, minat orang tua dan pelajar di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri terus menunjukkan tren positif. Sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura kini menjadi destinasi utama yang paling banyak dilirik para calon mahasiswa.

 ​Hal itu diungkapkan salah seorang pengunjung pameran pendidikan, Difa Latifa Maharani yang mengantarkan adiknya Khaliesha Fitra, saat ditemui di lokasi acara. Menurutnya, sistem pendidikan desain di Malaysia dan Singapura dinilai sangat berkualitas, terutama pada bidang animasi.

Berita Terkait :  Politeknik Ketenagakerjaan Umumkan PMB Jalur SBT

 ‘’Saat ini tertariknya sekolah di luar negeri itu ada kemungkinan di Malaysia atau Singapura sih. Karena sekolah desain di Malaysia dan Singapura itu bagus, terlebih lagi dari animasinya, kayak Gobooy, Upin dan Ipin, Ejen Ali, dan kawan-kawan,’’ katanya.

 Difa menjelaskan, peran konsultan pendidikan sangat membantu keluarganya dalam menentukan arah jurusan dan negara tujuan yang sesuai dengan minat sang adik. Berdasarkan konsultasi yang telah dilakukan, pihak konsultan turut memberikan berbagai perbandingan antarnegara.

 ​Meski Jepang dan Korea Selatan dikenal memiliki industri hiburan dan desain yang jauh lebih luas serta maju, pilihan tetap harus disesuaikan dengan minat bakat anak serta kesiapan persyaratan khusus, seperti penguasaan bahasa asing.

 ‘’Kalau Jepang kan jauh lebih luas, Korea juga dunia hiburannya jauh lebih luas. Jadi untuk konsultan sendiri pun juga masih kasih beberapa pilihan, tapi balik lagi ke minat ke anaknya nanti gimana,’’ jelasnya.

 Terkait dengan estimasi biaya kuliah di luar negeri, Difa menyebut kisaran biaya untuk program sarjana (S1) di Malaysia maupun Jepang relatif bersaing, yakni berkisar antara Rp400 juta hingga Rp500 juta untuk masa studi sekitar tiga tahun. Difa mengakui pemilihan kampus tetap dikembalikan pada tujuan utama serta kesiapan finansial masing-masing keluarga. [fen.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!