27.8 C
Sidoarjo
Tuesday, July 28, 2026
spot_img

Mesin COMPOStech ITS Disiapkan Atasi Limbah Organik SPPG dan Industri


Surabaya, Bhirawa – Mesin pengolah sampah organik ITS COMPOStech karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) disiapkan menjadi solusi penanganan limbah organik di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), industri makanan, perhotelan, hingga sektor pariwisata. Teknologi tersebut mendapat perhatian khusus dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI Mohammad Jumhur Hidayat saat melakukan kunjungan kerja ke ITS, Senin (27/7).

Dalam kunjungan tersebut, Jumhur meninjau langsung ITS COMPOStech, mesin ecosmart composter yang mampu mengolah sampah organik hingga 50 kilogram per hari dengan waktu pengolahan maksimal 20 jam setiap batch. Teknologi ini dirancang mampu mengolah sisa makanan dan dedaunan secara cepat, sekaligus meminimalkan bau dan limbah cair sehingga dapat ditempatkan pada area yang terbatas.

Menurut Jumhur, teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk menjawab persoalan limbah organik, terutama pada dapur SPPG yang setiap hari memproduksi makanan dalam jumlah besar. “Terutama di dapur SPPG yang setiap harinya memproduksi makanan dalam jumlah besar, dibutuhkan mesin yang dapat memproses limbah padat dan cair secara cepat,” ujarnya.

Selain COMPOStech, Menteri LH juga meninjau ITS Mobile Water Treatment, sistem pengolahan air bersih portabel berbasis elektrokoagulasi yang dapat diterapkan di berbagai kondisi, termasuk wilayah bencana dan daerah terpencil.

Ia menilai kedua teknologi tersebut saling melengkapi. Menurutnya, apabila dikombinasikan, COMPOStech dan Mobile Water Treatment mampu menyelesaikan persoalan limbah organik padat maupun cair di industri makanan, sektor pariwisata, dan perhotelan. “Apabila dikombinasikan dengan alat komposter, sistem ini dapat menyelesaikan masalah limbah organik padat dan cair di industri makanan, pariwisata, dan perhotelan,” tegasnya.

Berita Terkait :  Cuaca 'Bediding' Intai Kesehatan, Kasus ISPA Berpotensi Melonjak di Kota Malang

Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST, MScEng, PhD menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengimplementasikan teknologi tersebut secara lebih luas.

Menurut Bambang, ITS akan menggandeng mitra industri agar mesin COMPOStech dapat diproduksi secara massal sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat dan dunia usaha.

“ITS siap menindaklanjuti permintaan alat komposter ini, tentunya dengan menggandeng industri untuk produksi massal,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan COMPOStech merupakan bagian dari komitmen ITS dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Saat ini ITS juga telah menyusun peta jalan menuju Net Zero Emission 2026-2030 sebagai wujud kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pengelolaan lingkungan.

Selain COMPOStech dan Mobile Water Treatment, ITS juga memamerkan berbagai inovasi lain seperti Superworm yang berpotensi mengurai limbah styrofoam serta Siklusin, sistem digital yang mampu memantau transaksi sampah secara real time dari bank sampah hingga industri daur ulang.

Dalam kesempatan itu, Menteri Jumhur juga menjajal mobil otonom modular karya tim robotika ITS sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi teknologi yang dikembangkan kampus tersebut. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!