Surabaya, Bhirawa. – Sebanyak 535 siswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya mengikuti Pawai Semarak Hari Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Republik Indonesia (RI) dengan berkeliling atau karnaval lingkungan sekolah yang terletak di Jl Baratajaya Surabaya ini.
Dalam HUT Kemerdekaan ke 81 ini SD Muhammadiyah 16 mengusung tema ‘Semarak Pemimpin Merdeka’. Dalam semarak kemerdekaan ini para siswa diajarkan untuk menjadi pemimpin yang mandiri dengan meneladani perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam melawan penjajah pada masanya.
Menurut Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ustadzah Ely Rodlifah SH MPd, keteladanan para pahlawan yang telah berjuang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia saat melawan penjajah bisa dipraktikkan kepada para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
”Dalam setiap perannya para siswa mempunyai inisiatif sendiri, dalam menentukan sikap, dan menyuarakan hatinya,” ujarnya usai memimpin Pawai Semarak Hari Kemerdekaan.
Ustadzah Ely juga menjelaskan, Pahlawan Nasional Jenderal Soedirman menjadi tauladan yang dikenalkan kepada para siswa. Terutama sebagai simbol seorang pemimpin yang gigih saat berjuang melawan penjajah meski dalam kondisi sakit. Dalam event ini Tim Kreatif SD Muhammadiyah 16 bahkan membuat kuda buatan untuk ditunggangi salah satu siswa yang berperan sebagai Jenderal Sudirman saat mengikuti pawai ini.
”Kami membuat transportasi berupa kuda sebagai kendaraan beliau ketika melawan penjajah,” kata Ustadzah Ely.
Tidak hanya pawai, para siswa juga diajarkan untuk berempati, yakni dengan membagikan makanan berupa polo pendem, yakni hidangan yang berisikan berbagai macam umbi-umbian kepada warga sekitar yang melintasi rute pawai.
”Kami mengajarkan para siswa untuk berempati dan merasakan bagaimana dulu itu makan susah, sehingga menyimpulkan polo pendem sebagai simbol makanan rakyat Indonesia pada zaman dulu. Sehingga, para siswa ini bisa menghargai bagaimana makanan itu sangat berharga sekali. Apalagi sekarang harga bahan-bahan pokok harganya semakin melambung tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Faiz Aqila Adlar, siswa Kelas VI Mas Mansyur, yang berperan sebagai Jenderal Soedirman. Faiz sangat mengaku bangga dan senang ditunjuk memerankan tokoh Jenderal Soedirman dengan menunggangi kuda buatan saat pawai.
Faiz menjelaskan, selain memiliki jiwa kepemimpinan, sosok Jenderal Soedirman dinilai memiliki semangat perjuangan dalam membela Tanah Air. Seperti semangat untuk tidak pernah menyerah, peduli dengan sesama dan jiwa patriotismenya.
”Seperti yang kita ketahui semangat untuk tidak pantang menyerah adalah kunci dalam mencapai tujuan yang diinginkan,” katanya.
Dengan gaya kepemimpinannya Jenderal Soedirman dapat memecahkan suatu masalah dan memiliki pribadi teguh, pantang menyerah, memiliki prinsip yang selalu mengedepankan kepentingan bangsa dapat mencerminkan pribadinya, sehingga disegani banyak orang dan dijuluki sebagai ‘Bapak Gerilya Indonesia’.
”Banyak pengaruh dari perjuangan Jenderal Soedirman yang dapat ditiru dan dirasakan. Meski Jenderal Soedirman sudah tiada, semangat juang dan keteladannya tidak pernah surut dimakan zaman dan bisa menjadi teladan bagi generasi masa kini,” tandasnya dengan nada bangga. [fen.hel]


