31.4 C
Sidoarjo
Wednesday, May 13, 2026
spot_img

Kacamata BL Jemput Asa, Kawal Langkah LH Pulang Rumah Setelah Rehabilitasi

Pemprov, Bhirawa

Senyum manis merekah di wajah LH pagi itu. Bagi Penerima Manfaat (PM) di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan ini, Senin (11/5/2026) bukan sekadar awal pekan biasa. Harapannya untuk kembali memeluk kehangatan rumah kini tinggal selangkah lagi.

Tim Kacamata BL dari UPT RSBL Pasuruan memulai misi kemanusiaan mereka dengan melakukan Penjangkauan dan Edukasi Pra Terminasi. Langkah ini menjadi jembatan krusial untuk mengantarkan LH pulang, setelah ia menjalani proses pemulihan selama lebih dari satu tahun sejak Januari 2025.

Keputusan memulangkan LH muncul setelah hasil pemeriksaan kesehatan jiwa dan musyawarah tim rehabilitasi (case conference) menyatakan kondisi mentalnya telah stabil. Tenaga profesional menilai LH kini memiliki kemampuan sosial yang baik dan siap kembali berbaur dengan masyarakat.

Selama ini, LH kerap mencurahkan isi hatinya kepada pekerja sosial tentang kerinduannya pada rumah. Meski sempat berkali-kali menanti janji penjemputan yang belum terwujud, LH tetap tekun menjalani hari-hari rehabilitasi dengan sabar hingga dirinya benar-benar pulih dan percaya diri.

Merespons kesiapan tersebut, Tim Kacamata BL bergerak menuju Desa Ranggeh, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Kepala Desa Ranggeh, Mohammad Taufiq Hidayat, menyambut hangat kedatangan tim untuk berdiskusi mengenai rencana kehidupan LH pasca-rehabilitasi.

“Rehabilitasi yang sesungguhnya justru dimulai ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Koordinator Kacamata BL, Drajat Suhartono saat dikonfirmasi, Rabu (13/4/2026).

Berita Terkait :  Pemkab Kediri Tekan Pengangguran, TPT 2025 Turun 4,71 Persen

Ia menekankan bahwa program ini hadir untuk memastikan LH pulang dengan sistem pendukungan yang kuat, mulai dari keluarga hingga perangkat desa.

Suasana haru menyelimuti saat tim melakukan kunjungan rumah (home visit) bersama perangkat desa dan kader jiwa puskesmas. Tim mengedukasi keluarga mengenai cara merawat LH di rumah agar proses pemulihan tetap terjaga. Pihak keluarga menyambut rencana ini dengan air mata bahagia dan rasa syukur yang mendalam.

Pemerintah Desa Ranggeh pun berkomitmen mendukung proses reintegrasi LH. Mohammad Taufiq menyatakan pihaknya siap melibatkan LH dalam aktivitas positif, seperti membantu kebersihan lingkungan desa dengan pemberian upah, agar LH tetap produktif dan mandiri.

Pertemuan tersebut menyepakati bahwa LH akan menjalani proses reunifikasi (penyatuan kembali) dengan keluarga dalam bulan ini. Nantinya, petugas kesehatan jiwa dari Puskesmas setempat akan terus memberikan pendampingan rutin.

“Kami sangat berterima kasih kepada Tim Kacamata BL. LH sudah dibimbing dengan baik, kami siap mendampinginya kembali di rumah,” ungkap salah satu anggota keluarga LH dengan nada haru.

Melalui program Kacamata BL, UPT RSBL Pasuruan membuktikan bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua. Sesuai slogannya “kami melayani, keluarga mencintai, masyarakat menerima” maka perjalanan pulang LH kini menjadi bukti nyata bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang berjuang untuk pulih.  [rac.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!