Bojonegoro, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sekaligus perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) bagi pelajar di Aula SMKN 2 Bojonegoro, Selasa (12/5).
Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah daerah membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya menjauhi narkoba serta menyiapkan masa depan sejak dini.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, kepemilikan KTP-el menandai para siswa memasuki usia remaja yang menentukan arah kehidupan mereka ke depan. Pada fase tersebut, pelajar dinilai mulai memiliki tanggung jawab untuk memikirkan cita-cita dan masa depan.
“Kalau ingin sukses harus semangat, ikhtiar, berdoa, dan meminta ridho orang tua,” ujar Nurul di hadapan ratusan siswa.
Ia menegaskan, keberhasilan tidak diperoleh secara instan. Namun melalui proses pendidikan merupakan fondasi penting untuk mencapai cita-cita. Karena itu, pelajar diminta tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk berhenti bermimpi.
“Yang terpenting adalah semangat. Dengan ilmu itu menjadi bekal untuk masa depan,” katanya.
Nurul juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi kesulitan. Keberhasilan hanya dapat diraih melalui proses panjang dan kerja keras.
“Kunci kalau ingin berhasil harus berani susah dan berani menghadapi kesulitan. Keberhasilan tidak datang tiba-tiba,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian Satgas P4GN Kabupaten Bojonegoro Budi Irawanto mengatakan, keberadaan satgas bertujuan memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan generasi muda.
Ia menilai lingkungan pergaulan menjadi faktor penting yang memengaruhi perilaku remaja.
“Kuncinya memang ada pada diri kita sendiri, tetapi lingkungan sangat berpengaruh,” katanya.
Budi mengingatkan, penyalahgunaan narkoba tidak hanya melibatkan laki-laki, tetapi juga perempuan. Karena itu, ia meminta para pelajar lebih berhati-hati dalam memilih pergaulan, terutama setelah lulus sekolah dan memasuki lingkungan sosial yang lebih luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Harian P4GN Kabupaten Bojonegoro Budi Irawanto, tokoh pendidikan Hanafi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Heri Widodo, Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati, serta perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. [bas.kt]


