Pemprov Jatim, Bhirawa
Di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya tantangan komunikasi publik, BPC Perhumas Surabaya Raya menandai delapan tahun kiprahnya dengan menegaskan kembali peran strategis humas sebagai penjaga kepercayaan publik.
Syukuran Hari Ulang Tahun ke-8 yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan 110, Surabaya, Rabu (13/5/2026). Acara tersebut tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang refleksi atas bagaimana humas harus terus beradaptasi menghadapi perubahan lanskap media dan komunikasi.
Mengusung tema 8ersinergi, 8erkarya, dan 8erdampak, peringatan ini mempertemukan praktisi humas dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerintah, korporasi, perguruan tinggi, komunitas, hingga media. Kehadiran lintas sektor tersebut memperlihatkan bahwa humas kini tidak lagi berdiri sebagai fungsi pendukung semata, melainkan menjadi elemen penting dalam membangun relasi, merespons isu, dan menjaga stabilitas persepsi publik.
Rangkaian acara juga diisi dengan talkshow bertajuk “Media, Data, dan Krisis: Menyusun Narasi Krisis di Era Digital, Apa yang Media Harapkan dari PR?” yang menghadirkan perspektif dari media nasional, media lokal, dan industri teknologi monitoring media. Forum ini menyoroti satu fakta penting: dalam situasi krisis, kecepatan informasi tidak cukup tanpa ketepatan data, kejelasan narasi, dan sensitivitas terhadap kebutuhan publik.
Malik Ibrahim dari LKBN ANTARA memaparkan bagaimana media nasional membingkai sebuah peristiwa menjadi krisis publik dan apa yang sesungguhnya diharapkan media dari para praktisi PR dalam situasi genting.
Sementara itu, Aqsath Rasyid Naradipha, CEO NoLimit Indonesia, mengulas bagaimana data dan teknologi media monitoring kini menjadi instrumen vital dalam mendeteksi sinyal krisis sejak dini. Perspektif media lokal turut disampaikan oleh Tri Mulyono dari Tribun Network Jatim serta Saptini Darmaningrum dari Beritajatim.com yang menyoroti dinamika lapangan, tekanan kecepatan pemberitaan, serta kedekatan media lokal dengan ekosistem daerah yang turut memengaruhi arah narasi krisis di Jawa Timur.
Sejak dilantik pada 5 Mei 2018, BPC Perhumas Surabaya Raya berkembang menjadi wadah penting bagi insan komunikasi di Surabaya, Jawa Timur, hingga tingkat nasional.
Dalam perjalanannya, organisasi ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga penggerak kampanye “Indonesia Bicara Baik” yang menekankan pentingnya komunikasi positif, etis, sehat, bijak, dan penuh empati di ruang publik.
Di era digital yang bergerak cepat, posisi humas semakin menantang sekaligus strategis. Tuntutan untuk merespons isu secara tepat waktu harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga akurasi dan ketenangan publik.
Dalam konteks inilah tema “8ersinergi, 8erkarya, dan 8erdampak” menjadi relevan, karena menegaskan bahwa komunikasi yang kuat lahir dari kolaborasi yang solid dan karya yang memberi manfaat nyata.
Ketua BPC Perhumas Surabaya Raya, Indriani Siswati, menyampaikan bahwa delapan tahun perjalanan organisasi ini merupakan hasil kerja bersama yang dibangun dengan semangat kolaboratif.
“Delapan tahun ini adalah perjalanan yang dibangun bersama. Kami percaya komunikasi bukan sekadar membangun reputasi, tetapi juga membangun kepercayaan, memperkuat hubungan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami ingin terus merawat sinergi yang telah terbangun dan meluaskan dampaknya,” ujarnya.
Momentum HUT ke-8 ini sekaligus menegaskan bahwa humas masa kini dituntut untuk lebih dari sekadar menyebarkan informasi. Humas harus mampu menghadirkan narasi yang empatik, bertanggung jawab, akurat, dan mampu menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat. Dengan semangat “8ersinergi, 8erkarya, dan 8erdampak,” BPC Perhumas Surabaya Raya memperkuat komitmennya untuk menjadi organisasi yang adaptif, inklusif, dan relevan bagi perkembangan dunia kehumasan di Indonesia.
Melalui langkah tersebut, BPC Perhumas Surabaya Raya berharap dapat terus menjadi titik temu komunikasi yang mempererat sinergi antarinstansi, mendukung peningkatan kapasitas humas di era digital, sekaligus menggaungkan semangat Indonesia Bicara Baik, bersama seluruh insan komunikasi di Jawa Timur dan Tanah Air. [aya.kt]


