34.3 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

Selesai Diuji Pesawat Tempur, BPJT Kembalikan Fungsi Tol Paspro

Probolinggo, Bhirawa – Pemanfaatan ruas Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) sebagai landasan alternatif pesawat militer menuntut kesiapan infrastruktur sekaligus pengaturan keselamatan dan pemulihan fasilitas jalan. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum memastikan ruas yang digunakan dalam pengujian dikembalikan ke fungsi utamanya sebagai prasarana transportasi masyarakat setelah kegiatan TNI Angkatan Udara (TNI AU) selesai.

Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati, mengatakan ruas yang digunakan untuk pengujian memiliki panjang sekitar 3,5 kilometer, tepatnya dari KM 834 hingga KM 837+500, dengan lebar 24,2 meter. Menurut dia, dimensi tersebut memenuhi kriteria teknis yang diperlukan untuk digunakan sebagai landasan pesawat militer.

Pengujian dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026) dengan melibatkan dua pesawat EMB-314 Super Tucano dari Skadron Udara 21, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, serta dua F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3, Lanud Iswahjudi, Magetan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU menguji kesiapan pemanfaatan infrastruktur jalan tol sebagai landasan alternatif apabila pangkalan udara atau landasan pacu utama tidak dapat digunakan dalam kondisi darurat.

Ni Komang menegaskan, pemanfaatan jalan tol untuk kebutuhan pertahanan tidak mengubah fungsi utama infrastruktur tersebut. Setelah pengujian selesai, ruas tol harus kembali melayani mobilitas masyarakat.

“Karena fungsi utama jalan tol adalah melayani mobilitas masyarakat, setelah kegiatan ini kami akan mengembalikannya ke kondisi normal,” kata Ni Komang.

Berita Terkait :  Pemprov Jatim Komitmen Tingkatkan Transportasi Aglomerasi Sektor Perekonomian Wisata

Untuk mendukung kegiatan tersebut, ruas Tol Paspro di segmen Probolinggo Barat-Probolinggo Timur ditutup sementara. Penutupan berlangsung pada 19–22 Oktober 2026. Selama penutupan, arus kendaraan dialihkan dari Probolinggo Barat menuju Gerbang Tol Probolinggo Timur, dengan pengguna jalan mengikuti pengaturan lalu lintas yang diberlakukan petugas.

Selain pengaturan arus kendaraan, penyesuaian fasilitas pengaman jalan juga menjadi bagian dari penanganan setelah kegiatan. Ni Komang menjelaskan, pembatas beton di median telah dilepas untuk kebutuhan pengujian. Sebagai pengamanan sementara, bagian median menggunakan water barrier, sedangkan perlengkapan pengaman di sisi jalan akan dikembalikan menggunakan guardrail atau pagar pengaman baja.

Pemulihan fasilitas tersebut diperlukan agar ruas tol kembali memenuhi kebutuhan operasional sebagai jalur transportasi. BPJT menjadwalkan pembukaan kembali Tol Paspro pada Kamis (22/10/2026) pukul 18.00 WIB. Jadwal tersebut merupakan keterangan yang disampaikan Ni Komang terkait rencana pengembalian fungsi jalan tol setelah kegiatan.

Dari sisi pertahanan, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan, pengujian di Tol Paspro bertujuan menguji kesiapan operasional TNI AU serta kemampuan memanfaatkan infrastruktur daerah, khususnya jalan tol, sebagai landasan alternatif untuk mendukung operasi udara.

Menurut Tonny, jalan tol dapat dimanfaatkan apabila landasan atau pangkalan udara utama tidak bisa digunakan untuk kepentingan operasi penerbangan. Meski demikian, pemanfaatannya bersifat terbatas dan situasional. Keselamatan pengguna jalan serta kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Berita Terkait :  Sambut HUT ke-81 Pemprov Jatim, Pasar Murah Hadir di Malang Bantu Warga Dapat Bahan Pokok Terjangkau

Uji coba di Tol Paspro merupakan kegiatan kedua setelah pengujian serupa di Tol Terbanggi Besar, Lampung, pada Februari 2026. TNI AU juga menjajaki kemungkinan pengujian di ruas Tol Cibitung-Cilincing dan jalan tol di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lokasi-lokasi tersebut masih memerlukan koordinasi dan penilaian lebih lanjut sebelum dapat dipastikan untuk kegiatan serupa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, H. Ugas Irwanto, menyatakan pemerintah daerah bangga karena ruas tol yang melintasi wilayahnya dipilih untuk mendukung pertahanan negara. Namun, ia berharap jalan tol tersebut tidak perlu digunakan sebagai landasan darurat dalam situasi nyata.

“Pemerintah daerah merasa bangga. Ini merupakan kehormatan bagi daerah karena jalan tol yang melewati Kabupaten Probolinggo dipilih untuk mendukung pertahanan negara, salah satunya sebagai cadangan landasan pesawat tempur,” ujar Ugas.

Ia berharap kondisi keamanan nasional tetap terjaga sehingga Tol Paspro dapat terus menjalankan fungsi utamanya sebagai sarana transportasi masyarakat.

“Kami berharap ke depan Indonesia tetap aman. Jalan tol ini hanya sebagai cadangan dan mudah-mudahan tidak pernah terpakai,” katanya.

Pengujian Tol Paspro memperlihatkan pentingnya koordinasi antara pengelola infrastruktur dan TNI AU dalam menyiapkan alternatif dukungan operasi udara. Di sisi lain, pemulihan fasilitas, pengaturan lalu lintas, dan kepastian layanan bagi pengguna jalan tetap menjadi bagian penting agar kebutuhan pertahanan berjalan seiring dengan kepentingan publik. [fir.kt]

Berita Terkait :  UKM Berprestasi Jatim 2026, 10 Finalis Didorong Inovasi, Ekspansi Pasar, dan Kemandirian Ekonomi

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!