Pemkot Mojokerto, Bhirawa. – Pemerintah Kota Mojokerto bersama Polres Mojokerto Kota menggelar doa kebangsaan dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan berlangsung di Masjid Darul Amanah, Balai Kota Mojokerto, kemarin (20/10), sebagai upaya memperkuat persatuan, kerukunan, dan sinergi dalam membangun bangsa.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan, doa kebangsaan menjadi momentum bagi jajaran pemerintah daerah dan kepolisian untuk menyatukan hati serta pikiran demi kedamaian bangsa dan negara.
”Melalui doa ini, kita bermunajat bersama demi kedamaian bangsa dan negara. Ketika Allah menganugerahkan pemimpin-pemimpin yang berjalan di jalan yang lurus, insyaallah kita yang dipimpin juga bisa merasakan energi positifnya. Kita yang mengemban tugas di daerah pun dapat menjalankan tugas dengan lebih damai dan nyaman,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Ning Ita juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Mojokerto, termasuk di bidang ekonomi, kesehatan, serta ketahanan pangan dan energi.
Di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 6,05 persen, melampaui capaian provinsi maupun nasional. Sementara di sektor kesehatan, Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat akses pelayanan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan selama tujuh tahun.
Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Mojokerto juga telah melampaui 100% dari target yang ditetapkan. Adapun program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar 82% sasaran, meliputi anak-anak, ibu hamil, Balita, dan Lansia, dengan dukungan 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berdiri dan beroperasi di wilayah kota.
Pada sektor pangan dan energi, Ning Ita turut menyoroti capaian swasembada beras nasional serta pengembangan biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian energi Indonesia.
Menurutnya, berbagai capaian pembangunan perlu disampaikan secara proporsional agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh. Hal tersebut juga penting untuk menjaga ruang publik tetap sehat serta memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Ning Ita juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kota Mojokerto dan Polres Mojokerto Kota. Ia berharap kekompakan lintas instansi semakin kuat demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
”Kita semua di sini adalah pelayan masyarakat, abdi bangsa, dan abdi negara. Kalau semua tugas dijalankan dengan kekompakan dan kegotongroyongan, insyaallah akan lebih mudah menuju satu tujuan, yaitu demi masyarakat Kota Mojokerto,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Doddy Munandar menegaskan, kekuatan bangsa tidak hanya dibangun melalui kemajuan pembangunan dan pertahanan, tetapi juga melalui persatuan, kerukunan, serta komitmen seluruh rakyat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
AKBP Doddy menyampaikan, Polres Mojokerto Kota berkomitmen mendukung terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Upaya tersebut membutuhkan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
”Keamanan bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama. Semoga melalui doa kebangsaan ini, kita dapat mendoakan para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik demi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya. [oky.fen]




