35.9 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

Gerakan AKSA Kota Batu Wujudkan Kawasan Mandiri Sampah

Kota Batu, Bhirawa – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjalin kerja sama dengan tim praktisi pendamping percepatan pengelolaan pesampahan di kota ini. Mereka membuat gerakan Kota Batu Pilah Sampah untuk mewujudkan RW Mandiri Sampah. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan kawasan zero waste atau bebas sampah melalui gerakan Analisis Karakteristik Sampah (AKSA).

Diketahui, Ecoton merupakan tim praktisi pendamping percepatan pengelolaan pesampahan pada DLH Kota Batu. Adapun saat ini Program AKSA telah dilaksanakan di RW09 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Pelaksanaan program menuju RW9 Mandiri Sampah telah diuji coba pada tanggal 15 – 22 Oktober 2026.

Selama 8 hari tersebut dilakukan pengambilan sampah dari rumah warga pada pukul 08.00 – 10.30 WIB. Pengambilan sample di RW 9 sebanyak 51 rumah tangga dari 150 jumlah Kepala Keluarga.

Setiap hari  rata-rata ada 12 orang yang terlibat  dengan tugasnya masing-masing. Di antaranya, bagian menimbang sampah, administrasi atau pencatatan, pengambilan foto, dan pemberi tanda pada sticker yang dipasang di dinding rumah warga.

“Dalam pelaksanaan metode AKSA ini, di masing-masing rumah ditempel sticker bertuliskan nomor urut, nama kepala keluarga, RT/RW, dan  jumlah anggota keluarganya,” ujar Tonis Afrianto, Manager Program Zero Waste Ecoton, Kamis (22/10/2026).

Pada saat pengambilan sampah selama 8 hari dilakukan penanda kondisi sampah. Tanda hijau diberikan sebagai penanda bahwa sampah telah dipilah. Kemudian warna kuning kondisi sampahnya ada yang masih tercampur. Adapun tanda merah menandakan rumah tsb belum mau memilah sampahnya.

Berita Terkait :  Satreskrim Polres Bojonegoro Tahan Enam Tersangka Pencuri Gabah

Tonis menjelaskan bahwa penimbangan dan proses pemilahan sampah anorganik menjadi 40 macam. Hal ini dilakukan untuk menuju pelaksanaan AKSA dimana dibutuhkan  koordinasi dengan multipihak. Di antaranya, DLH, Kelurahan Sisir, Kawasan yang menjadi tujuan seperti dengan Ketua RT, dan Ketua RW.

“Kita juga melibatkan kader dan relawan seperti ibu-ibu PKK, pegiat lingkungan termasuk tim praktisi kita libatkan semua,” tambah Tonis.

Dengan dilaksanakannya AKSA didapatkan data profil sampah Kawasan. Manfaatnya untuk mempermudah bagaimana menciptakan kampung zero waste. Dan hal ini bisa segera ditindaklanjuti oleh DLH.

Jika profil sampah banyak organiknya, DLH bisa memberikan support lebih banyak komposter. Adapun jika yang mendominasi sampah anorganik maka akan dilakukan penguatan Bank Sampahnya.

Dan ini juga akan diperkuat dengan kebijakan berupa kewajiban memilah sampah dari rumah tangga. Kewajiban  atau kebijakan ini nanti dikeluarkan oleh Ketua RT atau Ketua RW, sehingga akan timbul manfaat yang akan didapat. Pemilahan sampah dari rumah dan melakukan pengambilan sampah yang sudah terpilah itu jauh lebih mudah sekaligus bermanfaat.

“Jadi pengelola sampah sudah bisa fokus, kalau sampah organik langsung bisa dikelola. Sampah anorganik langsung bisa bekerjasama dengan mitra bank sampah atau pengepul,” tandas Tonis. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!