30.7 C
Sidoarjo
Tuesday, October 20, 2026
spot_img

Biaya “Harian” Melonjak

Konsumen rumah tangga dan pedagang tiada yang suka harga pangan naik. Menyebabkan keruntuhan perekonomian tingkat grass-root. BPS mencatat harga beras terus merambat naik sejak awal tahun 2026. Bahkan kenaikan tertinggi terjadi pada saat panen raya (bulan April-Mei). Perekonomian rumah tangga terasa dihimpit dari berbagai arah. Karena ditambah bahan menu “4 Sehat 5 Sempurna,” kompak naik. Harga beras sudah melampaui patokan HET. Sedangkan harga daging sapi (Rp 145 ribu per-kilogram) makin tidak terbeli.

Penetapan pemerintah Harga Eceran Tertinggi beras medium (untuk zona I, Jawa) sebesar Rp 13.500,- per-kilogram. Beras premium Rp 14.900,-. Bahkan beras Bulog, SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) seharga Rp 12 ribu hingga Rp 12.800,- per-kilogram. Pada saat operasi pasar biasa dijual Rp 60 ribu per-kantong isi 5 kilogram. Realitanya, harga beras saat ini telah naik, melebihi HET sampai 25%. Termasuk beras kualitas terbawah.

Berdasar data PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, bahan dapur lain juga melejit. Harga cabai rawit merah sudah mencapai Rp100.800 per-kilogram. Sedangkan telur ayam ras di Tingkat peternak mencapai Rp 20.600,-. Tetapi di pasar mencapai Rp28.400 per-kg. Begitu pula harga daging ayam, di tingkat peternak cuma Rp 20.500 per-kilogram, tetapi di pasar sudah mencapai Rp 40.500,-.

Kesenjangan harga (sampai 100%) di tingkat peternak dibanding di pasar, menjadi pembahasan seksama di tingkat Kementerian Pertanian. Karena rantai perdagangan memperoleh keuntungan yang sangat besar. Sehingga pemerintah daerah bersama Kepolisian Daerah (Polda), dan Polres, patut menyidik harga komoditas dari peternak gurem (mandiri). Kenaikan harga pangan yang me-liar, sangat mempengaruhi inflasi, sekaligus merugikan masyarakat.

Berita Terkait :  TMMD Ke-125 Tahun 2025 di Kabupaten Jombang Resmi Ditutup

Harus diakui, sebagian komoditas sangat dipengaruhi cuaca ekstrem. Terutama cabai, sayur, dan buah. Jurnal PIHPS mencatat kenaikan harga cabai merah besar cabai merah keriting, dan cabai rawit hijau. Begitu pula penjejakan harga daging sapi melejit sampai Rp 145 ribu di Surabaya, di atas HET. Disebabkan HET harga daging sapi hidup naik menjadi Rp 59 ribu per-kilogram.

Ironisnya, BBM juga langka. Pemerintah, pasti sudah melihat antrean panjang BBM (Bahan Bakar Minyak) di seantero propinsi Bali. Pemerintah propinsi Bali telah meminta pertanggungjawaban Pertamina. Kini diberlakukan ganji-genap pelat nomor Polisi untuk pembelian BBM di Bali. Sekaligus pembatasan. Antrean sangat panjang sampai 3 kilometer. Perlu menginap.

Antrean panjang juga terjadi 10 propinsi. Termasuk di Jawa Timur. Nampak paling panjang terjadi di Jember, dan Bondowoso. Konon disebabkan bertambahnya konsumsi BBM jenis Partelite. Padahal untuk mobil, tidak mudah membeli Pertalite. Pemerintah mewajibkan penggunaan mekanisme “QR code” dari program Subsidi Tepat MyPertamina. Tidak bisa ditembus.

Pertanda pemerintah mengalami kesulitan pengaturan distribusi pasokan energi. Bahkan di Kepulauan Riau terjadi blackout (pemadaman Listrik) pada awal dan akhir pekan pertengahan Oktober. Sebelumnya juga sudah pernah terjadi blackout seantero pulau Sumatera (Aceh, Jambi sampai Lampung). Menyusul blackout sebagian Jawa bagian barat. Konon disebabkan kekurangan batubara. Padahal Indonesia sebagai “pemain” utama batubara sedunia!

Berita Terkait :  Warga Desa Kembang Bondowoso Gotong Royong Bangun Akses Vital Tanpa Sentuhan Dana Desa

Setelah ditelusuri, terbukti, kelangkaan batubara disebabkan peng-abai-an DMO (Domestic Market Obligation) 25%. Namun karena harga ekspor batubara mencapai US$ 150 per-ton. Sedangkan batubara DMO dibanderol hanya US$70 per-ton. Sehingga pelaksanaan DMO batubara wajib dipenuhi dengan pengawasan ketat, disertai penegakan hukum.

Listrik padam menyebabkan kerugian perekonomian sektor UMKM sangat besar. Karena seluruh pasar tradisional mengandalkan strum Listrik dari PLN.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!