Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus meningkatkan layanan transportasi di wilayahnya. Terutama transportasi umum masal. Emil Dardak, Wakil Gubernur Jatim menjelaskan jika lokomotif pertumbuhan perekonomian Jatim masih ada dikawasan metropolis perkotaan.
”Kami ingin, kawasan metropolis ini tetap jalan tapi kawasan pedesaan juga tidak terabaikan. Untuk itu, Pemprov Jatim mendorong konsep transportasi aglomerasi yang menghubungkan area metropolis dan pedesaan, yang ini nantinya merupakan pendorong utama sektor Jasa, ekonomi kreatif dan ekonomi digital,” cetus Emil, Momen doorstop usai acara Musrenbang RKPD 2027 yang diadakan di Hotel Shangrila Surabaya, Selasa (14/4).
Selain itu, Pemprov Jatim juga secara intens mengembangkan transportasi maritim lewat Transjatim laut dengan pengembangan Pelabuhan-Pelabuhan Jangkar didaerah.
Kemudian, transportasi masal lain yang dikembangkan ada program dari pusat, yaitu kereta double track dan kereta listrik. ”Banyak yang tanya, mana janjinya, duitnya sudah ada. Untuk kajian proyek yang senilai Rp4,2 triliun itu kontrak untuk kajian teknis di PLN 7 juta Euro jika dikonversikan menjadi Rp150 miliar dan ini sudah jalan sekarang,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dr Ir Nyono, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan rute transportasi wisata di Jatim.
”Sudah diawali dari Probolinggo ke Pulau Gili Iyang. Sebenarnya konsepnya itu menyatukan wisata di Bromo, Wisata Snorkeling Gili Ketabang, Gili Genting, Gili Labak dan Wisata Oksigen,” paparnya.
Kedepan, Nyono berharap, jika para pegiat pariwisata dapat memanfaatkan semaksimal mungkim program yang digalakkan Pemprov Jatim ini. ”Kami sangat berharap sekali para pegiat sektor pariwisata dapat membuat paket-paket tour atau paket kunjungan. Karena jika kemarin dihitung biayanya murah sekali. Hal ini dapat mendongkrak sektor pariwisata Jatim juga,” tandas Nyono. [aya.fen]


