30.8 C
Sidoarjo
Tuesday, May 12, 2026
spot_img

Realisasi Pendapatan APBN Tumbuh 9,9 Persen

Kota Malang, Bhirawa
Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Hingga 30 April 2026, realisasi pendapatan negara di wilayah Malang Raya dan Pasuruan tercatat mencapai Rp40,95 Triliun, atau tumbuh signifikan sebesar 9,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).

Kepala KPPN Malang, Muhammad Rusna, mengungkapkan bahwa capaian pendapatan yang impresif ini masih didominasi oleh sektor cukai dan perpajakan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan rilis kinerja APBN sekaligus Penganugerahan Penghargaan Satker Berkinerja Terbaik (PRISMA) Triwulan I Tahun 2026 di Gedung RCE Center, Selasa (12/5) kemarin.

“Penerimaan Cukai menyumbang porsi terbesar yaitu Rp31,65 Triliun atau naik 4,57 persen. Sementara Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga menunjukkan geliat ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan mencapai 22,74 persen atau sebesar Rp3,45 Triliun,” ujar Muhammad Rusna di hadapan para kepala Satuan Kerja (Satker) secara hybrid.

Dari sisi Belanja Negara, realisasi hingga akhir April 2026 mencapai Rp4,53 Triliun (36,11 persen). Meski secara total mengalami sedikit kontraksi, Belanja Pemerintah Pusat justru tumbuh 10,59 persen yang didorong oleh realisasi belanja pegawai dan belanja barang.

Sementara itu, untuk Belanja Transfer ke Daerah (TKD), KPPN Malang telah menyalurkan Rp2,64 Triliun (40,08 persen). Dana Desa menjadi salah satu instrumen yang cukup cepat terserap dengan realisasi mencapai Rp125,02 Miliar atau 47,77 persen dari total alokasi.

Berita Terkait :  Komisi V DPR RI Dukung Kemenhub Evaluasi Taksi Green SM usai Tabrakan KRL - KA Argo Bromo

“Kami terus mendorong Pemerintah Daerah di wilayah Malang Raya dan Pasuruan untuk mempercepat pemenuhan dokumen syarat salur, terutama untuk DAK Fisik, agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat dan tidak menumpuk di akhir tahun,” tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi nasional, KPPN Malang juga mengawal anggaran pengendalian inflasi melalui program 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif) dengan total pagu Rp140,97 Miliar, yang saat ini telah terealisasi sebesar 17,09 persen.

Sebagai bentuk motivasi, dalam kesempatan tersebut KPPN Malang juga memberikan penghargaan PRISMA Triwulan I-2026. Beberapa Satker peraih peringkat terbaik antara lain: Kategori BLU Terbaik: Politeknik Negeri Malang (Peringkat I). Kategori Pagu Besar (>150 Miliar): Divif 2/Vira Cakti kegiatan (Peringkat I). Kategori Pagu Sedang (70-150 Miliar): Polres Malang (Peringkat I). Kategori Digitalisasi Pembayaran: Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat (Peringkat I). “Penghargaan ini adalah apresiasi atas integritas dan profesionalisme Satker dalam mengelola uang rakyat secara akuntabel,” pungkas Rusna.[mut.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!