30.8 C
Sidoarjo
Tuesday, May 12, 2026
spot_img

UB Gelar Disability Awareness, Ramah Disabilitas


Kota Malang, Bhirawa
Guna memperkuat ekosistem kampus inklusif, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) menggelar kolaborasi strategis melalui kegiatan Disability Awareness Session. Mengusung tema “Embracing Diversity, Empowering Inclusion”.

Acara ini bertujuan mengikis sekat antara mahasiswa reguler dan penyandang disabilitas di lingkungan belajar, bertempat di Aula FIB B UB, belum lama ini.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata pengayaan kurikulum yang mempertemukan mahasiswa dari mata kuliah Introduction to Inclusive Education (FIB) dan mata kuliah Pendidikan Inklusi (FIA). Kolaborasi ini diinisiasi oleh tim dosen pengampu, di antaranya Dr. Ive Emaliana, M.Pd., Dr. Frida Unsiah, M.Pd. (FIB), serta Aulia Luqman Aziz, M.Pd., dan Dr. Khurotin Anggraeni, M.Pd.I. (FIA).

Ketua Departemen Pendidikan Bahasa FIB UB, Dr. Moh. Hasbullah Isnaini, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa inklusi bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan praktik menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesadaran atau awareness harus kita tumbuhkan bersama. Saya bangga dengan kegiatan ini karena kita diajak melihat sisi lain kehidupan saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Dengan kesadaran ini, kita bisa bersanding dan hidup berdampingan secara harmonis,” ujar Hasbullah.

Acara yang berlangsung selama dua jam tersebut menghadirkan dua narasumber inspiratif. Salah satunya, Sania Khoridatur Rohmi, alumni S1 Akuntansi UB yang merupakan penyandang tuli. Di hadapan ratusan mahasiswa, Sania berbagi kisah perjuangannya menempuh kuliah, terutama tantangan berat saat masa pandemi COVID-19.

Berita Terkait :  Kesuksesan Lima Sekolah Matra di Jatim Bangun Bibit Unggul, Lolos Akademi TNI/Akpol dan Unhan Hingg Tembus US Naval Academy

“Tuli itu bukan kata kasar. Tidak perlu merasa kasihan kepada kami, karena yang berbeda hanyalah cara komunikasinya,” tegas Sania yang didampingi Juru Bahasa Isyarat (JBI) dari Pusat Layanan Disabilitas (PLD) UB, Cyndiarnis Cahyaning Putri, M.Kn.

Sania juga membekali mahasiswa dengan etika berkomunikasi yang benar, seperti menjaga kontak visual dan penggunaan gestur yang tepat. Peserta bahkan diajak langsung mempraktikkan bahasa isyarat dasar.

Senada dengan Sania, Johana Gabriela, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2021 yang merupakan penyandang tunanetra, turut berbagi perspektif unik. Ia menjelaskan bagaimana dia mengenali lingkungan sekitar tanpa penglihatan yang utuh.

“Saya biasanya mengenali orang dari gesturnya atau bahkan dari ciri khas aromanya,” ungkap Johana disambut haru para peserta.

Sementara itu, perwakilan dosen FIA UB, Aulia Luqman Aziz, M.Pd., menilai bahwa pertemuan langsung antara mahasiswa reguler dengan penyandang disabilitas adalah metode pembelajaran terbaik.

“Kegiatan kolaborasi lintas fakultas ini menjadi pengayaan materi agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga menyelami pengalaman nyata dari narasumber. Tujuannya jelas, menumbuhkan empati dan keterampilan berinteraksi secara inklusif,” pungkas Luqman. [mut.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!