29.4 C
Sidoarjo
Wednesday, October 14, 2026
spot_img

LPTQ Bondowoso Bidik Pembinaan Lebih Terarah hingga Raih Prestasi Nasional


Bondowoso, Bhirawa – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bondowoso mengevaluasi capaian prestasi kafilah dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Timur selama periode 2021-2025. Evaluasi tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan, membenahi koordinasi organisasi, dan meningkatkan peluang meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Berdasarkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan LPTQ periode 2020-2026, Bondowoso berhasil mencatat sejumlah prestasi dalam tiga kali penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas capaian prestasi pada kompetisi mendatang.

Pada MTQ 2021 di Kabupaten Pamekasan, kafilah Bondowoso berhasil meraih Juara I cabang Tartil Putri dan Juara II Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 20 Juz Putra. Selain itu, Bondowoso juga meraih Harapan III cabang Tilawah Remaja Putri.

Dua tahun kemudian, pada MTQ 2023 di Kota Pasuruan, Bondowoso memperoleh Harapan I cabang Tilawah Anak Putri. Sementara pada MTQ 2025 di Kabupaten Jember, kafilah Bondowoso meraih Harapan II cabang 1 Juz Tilawah Putra.

Capaian tersebut menunjukkan adanya potensi peserta yang perlu terus dikembangkan melalui pembinaan yang lebih terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Bondowoso, Muhammad Royhan Muktafi Billah, berharap kepengurusan LPTQ berikutnya mampu meningkatkan kualitas program pembinaan sehingga semakin banyak peserta yang dapat meraih prestasi di berbagai tingkatan.

Berita Terkait :  Komisi IX DPR RI: Penutupan Sementara Dapur MBG, Langkah Korektif BGN Penuhi Jaminan Mutu

“Harapannya, mudah-mudahan kepengurusan yang baru nantinya lebih baik dari tahun sebelumnya dan mampu melahirkan juara di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (14/10).

Menurut Royhan, salah satu aspek yang perlu diperbaiki adalah intensitas pertemuan dan koordinasi antar pengurus LPTQ. Pertemuan yang lebih rutin dinilai penting untuk menyelaraskan program kerja, mengevaluasi perkembangan pembinaan, serta memastikan setiap agenda organisasi berjalan lebih efektif.

“Penguatan koordinasi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembinaan kafilah secara lebih sistematis, mulai dari penjaringan peserta potensial hingga persiapan menghadapi kompetisi,”katanya.

Selain mengevaluasi prestasi, pembahasan juga mencakup tata kelola anggaran dan pertanggungjawaban dana hibah. Royhan menyampaikan bahwa data penerima hibah yang belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban perlu diverifikasi kembali untuk memastikan jumlah penerima, status penyelesaian laporan, dan tindak lanjut yang diperlukan.

Ia menjelaskan, upaya penagihan telah dilakukan, termasuk melalui pemberian surat peringatan kepada penerima yang belum menuntaskan kewajibannya. Selanjutnya, data tersebut akan diperiksa lebih lanjut agar penanganannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Evaluasi administrasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat akuntabilitas organisasi sekaligus memastikan pengelolaan anggaran berjalan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Moh. Ali Masyhur, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan LPTQ hingga tingkat kecamatan. Menurutnya, struktur organisasi yang kuat dapat menjadi fondasi untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Berita Terkait :  Drama Tari Topeng Malangan Pendopo Agung Taman Krida Budaya

Ia menjelaskan, pola pembinaan selama ini sebagian masih dilakukan secara individual. Ke depan, LPTQ diharapkan mampu mengoptimalkan penjaringan peserta potensial dan memperkuat pembinaan setelah tahapan seleksi, sebelum kafilah diberangkatkan untuk mengikuti kompetisi di tingkat provinsi maupun nasional.

“Melalui penguatan kelembagaan di tingkat kecamatan, proses pencarian bakat diharapkan dapat berlangsung lebih optimal. Peserta potensial juga berpeluang memperoleh pembinaan yang lebih terstruktur sehingga kemampuan mereka dapat dikembangkan sejak tahap awal,”jelasnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar pembinaan tidak hanya berorientasi pada persiapan menjelang perlombaan, tetapi menjadi proses berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam berbagai cabang MTQ.

“Evaluasi kepengurusan LPTQ periode 2020-2026 ini diharapkan menjadi momentum pembenahan organisasi, peningkatan kualitas pembinaan Al-Qur’an, serta penguatan tata kelola anggaran,”terangnya.

Dengan koordinasi yang lebih intensif, penjaringan peserta yang optimal, dan pembinaan yang berkesinambungan hingga tingkat kecamatan, LPTQ Bondowoso diharapkan mampu melahirkan lebih banyak generasi Qur’ani berprestasi sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional. [san.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!