28.7 C
Sidoarjo
Sunday, July 19, 2026
spot_img

Istri Hayati, Menjembatani Rumah dan Ruang Publik lewat Jaringan yang Memberdayakan

Surabaya, Bhirawa – Istri Hayati dengan tenang menjawab semua pertanyaan wawancara yang dilontarkan dari Bhirawa, ia bercerita seolah mengulang perjalanan yang telah ditempuh sejak kecil di Lamongan. Lahir 1 Februari 1979, perjalanan hidupnya menyisakan satu benang merah, yaitu tanggung jawab sosial yang berakar dari pengalaman organisasi semasa kuliah dan diuji oleh pilihan hidup antara keluarga dan karier.

Kini, benang itu ia anyam menjadi jaringan bisnis yang bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan ruang untuk mengangkat banyak orang.

Setamat dari Teknik Kimia ITS Surabaya pada 2003, Istri langsung melangkah ke dunia industri. “Beberapa bulan setelah lulus saya bekerja di PT Pura Group di Kudus,” kenangnya, Sabtu (18/7/2026).

Ia mulai sebagai staf R&D dan kemudian dipercaya memegang posisi manajerial di QC Pura Box. Dalam enam tahun di sana, pengalaman teknis dan manajemen membentuk kapasitas profesionalnya, kemampuan yang kemudian menjadi modal penting saat ia beralih ke dunia bisnis.

Namun, bukan hanya karier profesional yang membentuknya. Keterlibatan aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ITS sebagai Ketua Komisariat menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, visi sosial, dan semangat pengabdian.

“Di HMI itu selalu ditekankan kepada kami sebagai kader akademisi yang memiliki semangat untuk terus mengabdi dan menciptakan sesuatu dimanapun kaki kita berpijak,” katanya.

Nilai-nilai ini ia sebut mendarah daging dan menjadi sumber kegelisahan ketika ia memilih mundur sementara dari ranah publik.

Setelah beberapa tahun berkarir, Istri memutuskan mengurangi aktivitas publik untuk fokus pada keluarga (domestik). Keputusan itu dilandasi keinginan memberi perhatian pada anak dan keseimbangan hidup. Tapi keputusan domestik itu tidak memadamkan sepenuhnya dorongan berkontribusi pada skala lebih luas. “Saya merasa panggilan hidup saya gedor-gedor,” ujarnya.

Perasaan itu menuntun pada pertanyaan besar, bagaimana memenuhi peran sebagai ibu sekaligus tetap merealisasikan panggilan sosial? Jawabannya muncul lewat bisnis network, sebuah medium yang memungkinkan Istri tetap menjaga ruang domestik sambil menjangkau publik.

Berita Terkait :  Ajak Tertib Lalu Lintas Jelang Lebaran

Pada 2012, setelah tiga tahun vakum dari aktivitas publik, ia kembali memasuki dunia usaha di Batam. Dua tahun kemudian ia pindah ke Serang dan mulai membangun jaringan yang kini meluas hingga Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Bekasi, dan kota-kota lain.

Istri tidak berjalan sendiri. Ia bergabung dengan PT Harmony Dynamic Indonesia (PT HDI), perusahaan jaringan yang berakar dari Singapura sejak 1986 dan hadir di Indonesia sejak 1993. PT HDI menempuh model bisnis network dengan lebih dari 100 kantor perwakilan di seluruh nusantara. Produk yang ditawarkan berbasis perlebahan, skincare, body care, dan suplemen kesehatan yang menurut Istri bukan hanya komoditas, melainkan medium pemberdayaan. “Kami identik dengan lebah,” ujarnya lantas tersenyum.

Ia menggambarkan kantor pusat mereka di Menteng yang berbentuk seperti sarang lebah. “Karena memang kita identik dengan lebah. 33 tahun di Indonesia. Ini perusahaan besar dan terbuka untuk semua orang,” kata dia menambahkan.

Simbol lebah menurutnya pas, kerja kolektif, sistem organisasi, dan produk alami yang memberi manfaat luas. Model bisnis ini, kata dia, sangat inklusif, terbuka untuk siapa saja tanpa memandang latar belakang, usia, atau pendidikan.

Syarat bergabung pun sederhana: hanya perlu mengisi link pendaftaran gratis, email, nomor WA, dan nama, lalu peserta dapat mengakses toko online dan mulai beraktivitas secara online atau offline.

Memberdayakan manusia, bukan sekadar menjual

Di tengah stigma negatif yang kadang melekat pada bisnis jaringan, Istri menegaskan pendekatannya berbeda. “Bisnis yang besar itu bukan hanya soal uang. Money itu pasti dapat kalau kerja dengan kesungguhan dan ilmu yang tepat. Namun tujuan terbesar kami adalah membangun kapasitas manusia,” ujarnya.

Berita Terkait :  Raih Penghargaan Kepala Daerah Award 2024

Menurut Istri, bisnis besar memerlukan SDM berkualitas, karakter, integritas, dan leadership. Peran yang ia jalankan di jaringan bukan sekadar manager penjualan. “80 persen pekerjaan saya adalah empowering orang,” katanya.

Ia memberi pelatihan, mentoring, dan membangun kultur kerja yang menekankan pertumbuhan pribadi. Transformasi yang diupayakannya bukan hanya meningkatkan kemampuan jualan, tetapi mengubah mindset: dari tidak tahu menjadi tahu, dari ragu menjadi percaya diri, dari nothing menjadi something.

Dalam perbincangan itu, Istri berbagi contoh sederhana tapi bermakna, seorang anggota yang awalnya tidak paham bisnis kini mampu meraih penghasilan bulanan yang membantu kebutuhan keluarga, seorang lainnya berhasil mendapatkan reward perjalanan karena konsistensi. “Ada orang datang, tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa,” katanya.

Bagi Istri, kisah-kisah kecil ini adalah tolok ukur kesuksesan yang lebih penting daripada angka revenue semata.

Ia juga menekankan inklusivitas model mereka cocok untuk generasi muda yang aktif online maupun orang dewasa yang nyaman beraktivitas offline. “Bisnis yang bagus di masa kini adalah yang bisa dikerjakan online dan offline,” kata Istri.

Kemudahan akses dan kombinasi online-offline menjadi kunci daya jangkau perusahaan di era digital.

Kepercayaan manajemen pusat memberi Istri tanggung jawab resmi sebagai owner center untuk kota Serang. Ini bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk membangun dan menjaga ekosistem pemberdayaan di wilayah itu. Dari kantor Serang, ia mengelola jaringan, mengadakan pelatihan, dan memastikan budaya integritas tetap terjaga.

Kepercayaan itu tak diraih instan.

Ia membawa pengalaman teknis dari R&D, pengalaman manajerial dari QC, dan nilai-nilai organisasi dari HMI, semua menyatu dalam gaya kepemimpinannya. Pendekatannya humanis tetapi terstruktur: target bisnis diimbangi dengan program pengembangan SDM, pelatihan kepemimpinan, dan pembentukan karakter.

Ketika ditanya apa yang ingin diwujudkan ke depan, jawabannya lugas. “Saya ingin membantu banyak orang yang ingin bisa dari nothing menjadi something dan menjadi sesuatu yang luar biasa,” cetus dia.

Berita Terkait :  Ngurus Izin Usaha Semakin Mudah

Mewujudkan visi itu berarti memperluas jaringan, meningkatkan kualitas pelatihan, dan memastikan lebih banyak orang mendapat akses untuk berubah.

Istri melihat peluang besar di peningkatan kapasitas SDM. Untuk membangun bisnis besar yang berkelanjutan, menurutnya diperlukan manusia-manusia yang matang secara kompetensi dan integritas. Oleh karena itu, investasi terbesar yang dilakukannya adalah pada pelatihan kepemimpinan dan pembangunan karakter anggota.

“Leadership itu sangat dibutuhkan. Mengajak orang terus bertumbuh, membangun karakter dan integritas,” ujarnya.

Meski sibuk, Istri tak kehilangan identitas sebagai ibu rumah tangga. Bagi dia, pilihan fokus ke keluarga bukanlah penghalang tetapi bagian integral dari perjalanan hidup.

“Menjadi ibu rumah tangga tapi tetap berdampak melalui bisnis. Itu mendarah daging dalam diri saya,” tegasnya.

Ia memandang perannya bukan sebagai pilihan yang saling eksklusif, melainkan saling melengkapi.

Kisah Istri Hayati adalah contoh bagaimana nilai-nilai organisasi kampus, pengalaman profesional, dan panggilan domestik bisa bersinergi menjadi kekuatan pemberdayaan sosial.

Dengan PT HDI sebagai wadah dan filosofi perlebahan sebagai simbol, ia membangun jaringan yang memberi keterampilan, penghasilan, dan peluang perubahan. Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa setiap orang, dengan bimbingan dan kesempatan, bisa berubah dari nothing menjadi something.

Dari balik layar smartphone yang ia genggam ada foto keluarga dan jadwal agenda rapat dan pelatihan menandai ritme hari-harinya, bergantian antara rapat jaringan, mentoring anggota, dan waktu bersama keluarga. “Saya ingin terus mengerjakan bisnis network ini sampai kapan pun,” katanya.

Suara panggilan yang dulu gedor-gedor kini menjadi denting yang konsisten, mendorongnya menabur dampak di banyak kehidupan, sambil tetap setia pada peran paling pribadi, sebagai ibu. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!