Surabaya, Bhirawa – Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil menciptakan inovasi pangan fungsional bertajuk Mangonut Bar, camilan sehat berbahan dasar daun mangga dan kulit kacang tanah yang berpotensi membantu menjaga kadar gula darah sekaligus kaya antioksidan di Gedung Fakultas Teknobiologi Kampus Ubaya Tenggilis.
Inovasi tersebut dipamerkan oleh lima mahasiswa Ubaya terdiri atas Josephine Aprilia, Felicia Tiffany T., Jovianne Vevina, Sabina Ananda V., dan Edwin Tirtana yang berasal dari Fakultas Teknobiologi serta Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya, produk dikembangkan sebagai alternatif pangan fungsional yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memanfaatkan limbah pertanian sehingga lebih ramah lingkungan. Jumat, (17/7/2026)
Ketua tim, Josephine Aprilia, mengatakan bahwa gagasan lahir dari tingginya angka penderita diabetes mellitus di Indonesia, dimana daun mangga mengandung senyawa mangiferin yang memiliki potensi sebagai antidiabetes karena mampu membantu menekan penyerapan glukosa sehingga dapat mencegah lonjakan kadar gula darah.
“Melimpahnya limbah kulit kacang tanah belum dimanfaatkan secara optimal, Padahal kulit kacang tanah diketahui mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas, dari ingin menghadirkan camilan sehat yang memanfaatkan daun mangga dan kulit kacang tanah sebagai bahan utama sehingga memiliki nilai kesehatan sekaligus ramah lingkungan,” ujar Josephine.
Lanjut Aprilia mengungkapkan proses pengembangan produk hingga menjadi Mangonut Bar membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, tantangan dimana menyelaraskan jadwal karena berasal dari fakultas berbeda, di samping melakukan berbagai uji coba untuk memperoleh tekstur, rasa, dan aroma yang dapat diterima konsumen.
“Proses pembuatannya daun mangga dibersihkan, dipisahkan dari tulang daun, kemudian dikeringkan menggunakan oven bersuhu 55 derajat Celsius selama 1,5 jam supaya kandungan nutrisinya tetap terjaga sebelum dihaluskan menjadi bubuk, sementara itu, kulit kacang tanah dikeringkan pada suhu 60 derajat Celsius selama dua jam lalu diolah menjadi serbuk,” ungkapnya.
Ia menambahakan bahan kemudian dipadukan dengan mentega, pemanis erythritol, madu murni, telur, tepung maizena, kacang tanah sangrai, dan rice crispy. Seluruh adonan dipanggang selama 15 menit pada suhu 120 derajat Celsius hingga menghasilkan camilan bar yang siap dikonsumsi.
Josephine berharap inovasi dapat menginspirasi lahirnya berbagai produk pangan inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.
“Produk ini juga memiliki peluang dikembangkan dalam skala industri karena bahan bakunya mudah diperoleh, proses produksinya sederhana, dan membutuhkan modal yang relatif terjangkau,” katanya.
Mangonut Bar telah menorehkan prestasi pada ajang Mandalika Essay Competition 8 dengan meraih Medali Emas kategori Pangan, Favorite Poster kategori Pangan, serta Juara Harapan III seluruh kategori. [ren.wwn]


