Tulungagung, Bhirawa. – Memperingati Plastic Free July, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jatim membersihkan sampah di Pantai Sidem Kecamatan Besuki, Tulungagung, Sabtu (18/7). Mirisnya, dalam waktu satu jam saja mereka sudah dapat satu kuintal sampah, utamanya palstik yang mencemari laut pantai selatan ini.
”Teman-teman sudah memperoleh lebih dari 100 kilogram selama 60 menit melakukan bersih-bersih pantai,” ujar Kepala Divisi (Kadiv) Advokasi dan Kampanye WALHI Jatim, Lucky Wahyu, Sabtu (18/7).
Bersih-bersih pantai dari sampah itu dilakukan WALHI Jatim berkolaborasi dengan sejumlah organisasi pemerhati lingkungan hidup lainnya. Diantaranya, LPM Aksara, LPM Dimensi, Persota mania dan Sispala.
Lucky Wahyu menyebut selain melakukan bersih-bersih pantai, mereka juga melakukan brand audit. Yakni, mengidentifikasi merek dari sampah tersebut.
”Dengan mengetahui mereknya kami mendorong produsen untuk bertanggungjawab sampah itu. Jadi persoalan sampah menurut undang-undang tidak hanya menjadi persoalan pemerintah dari sisi tata kelola dan masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga produsen punya tanggungjawab,” paparnya.
Bahkan, produsen sampah kemasan harus punya tanggungjawab untuk membuat peta jalan agar dapat melakukan pengurangan sampah plastik yang diproduksi. Apalagi sampah itu banyak yang terbawa sampai ke laut
Sebelumnya, menurut Lucky Wahyu, dalam bersih-bersih sampah mereka melakukan pemilihan dan identifikasi sampah yang telah berhasil dikumpulkan. ”Diidentifikasi berapa kilo plastik, berapa kilo karet, kaca, limbah B3 dan lainnya. Kemudian, diaudit berdasarkan merek apa saja yang paling banyak mencemari Pantai Sidem,” bebernya.
Soal mengapa memlilih Pantai Sidem, ia mengatakan Pantai Sidem paling memungkinkan untuk melakukan bersih pantai dan brand audit. Meski sebelumnya sempat ada satu tempat pilihan lainnya, yakni Pantai Gemah.
”Pantai Sidem jadi muara dari sungai-sungai yang ada di Kota Tulungagung, Kota Blitar dan Kota Trenggalek. Kenapa ini dihubungkan dengan sungai, kami ingin memberikan edukasi bahwa sampah di pantai ini bukan hanya dari pengunjung yang membuang sembarangan, tetapi ada beberapa yang tidak mungkin ada di pantai seperti popok dan pasta gigi,” jelasnya.
Rencananya, setelah melakukan bersih-bersih pantai dan brand audit, WALHI Jatim akan melakukan rilis dan menyebarkan ke pemangku kepentingan, termasuk produsen yang paling banyak sampahnya. Rilis dikirim melalui surat elektronik. [wed.fen]


