33 C
Sidoarjo
Monday, July 20, 2026
spot_img

Catatkan Rp17,45 Miliar, Jawa Timur Pimpin Nilai Transaksi Nasional Koperasi Desa Merah Putih


Pemprov, Bhirawa – Jawa Timur mencatatkan nilai transaksi tertinggi secara nasional pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Berdasarkan data simkopdes.go.id/pers/dashboard hingga 7 Juli 2026, total transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur mencapai Rp17,45 miliar, atau lebih dari separuh total transaksi nasional yang tercatat sebesar Rp30,06 miliar.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut syukur capaian tersebut. Menurutnya, tingginya nilai transaksi menjadi indikator bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya telah terbentuk secara kelembagaan, tetapi juga mulai menjalankan fungsi ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, Jawa Timur kembali menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan dapat diwujudkan melalui koperasi. Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Khofifah, Jumat (17/7).

Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan buah sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pengurus koperasi, hingga masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang kuat.

Mantan Mensos ini mengungkapkan, sebelumnya Jawa Timur juga menjadi provinsi pertama yang menuntaskan pembentukan badan hukum bagi 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Fondasi kelembagaan tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat operasional koperasi di seluruh wilayah Jawa Timur.

Meski demikian, ia menegaskan tantangan berikutnya bukan sekadar memperbanyak jumlah koperasi, tetapi memastikan koperasi mampu berkembang menjadi pusat layanan ekonomi desa yang profesional, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Berita Terkait :  Jaring Aspirasi, Pemkab Bojonegoro Gelar Forum Konsultasi Publik

“Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Khofifah mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memperkuat kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha lokal, mulai UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, kelompok nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, sinergi tersebut akan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling menguatkan dan berdaya saing.

Khofifah optimistis nilai transaksi koperasi di Jawa Timur akan terus meningkat seiring semakin optimalnya operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan.

“Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh koperasi di Jawa Timur untuk terus meningkatkan pelayanan, memperluas usaha, dan menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi penting menuju desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!