27.8 C
Sidoarjo
Sunday, July 19, 2026
spot_img

Ke-adil-an Gas Rakyat

Bagai peribahasa, “sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” menjadi semboyan yang tetap usaha swasembada energi. Pemerintah coba merealisasi proyek gas bumi yang lama (selama 28 tahun) terpendam sebagai cita-cita. Kini telah dimulai ground breaking pengeboran LNG (Liquefied Natural Gas, Gas Alam Cair). Sehingga pasok bahan energi untuk pembangkit listrik, dan industri akan lebh terjamin. Serta akan dihasilkan kondensat yang mudah diolah menjadi bensin, dan nafta (BBM oktan tinggi).

Blok Masela, di sekitar kepulauan Tanimbar, Maluku, sebenarnya telah ditemukan oleh INPEX, Jepang, sejak 1998. Namun tidak mudah melaksanakan proyek mercusuar energi. Karena sejak awal eksplorasi diperlukan (padat) teknologi, dan padat modal. Terutama penyimpanan dalam suhu ekstrem sangat rendah (minus, sampai -162). LNG juga digunakan dalam bidang pengobatan. Khususnya penyimpanan organ tubuh (dalam proses donor), darah, dan sel punca.

Indonesia bukan “pemain” baru dalam LNG global. Sejak tahun 1977 sudah meng-eksploitasi 1,53% cadangan LNG dunia. Walau tidak banyak, tetapi sudah diekspor sekitar 11,33% ke berbagai negara. Terutama Jepang. Indonesia menjadi salahsatu (5 besar) eksportir LNG dunia, dengan volume sebanyak 21,241 juta meter-kubik. Nilainya sekitar US$7,35 milyar (sekitar Rp 132 trilyun). Menjadi salahsatu pemasukan terbesar devisa sektor ekspor Migas (minyak dan gas).

Investasi pembangunan blok Masela, memerlukan anggaran sebesar US$20,9 milyar (setara Rp 376,2 trilyun). Tidak perlu menggunakan dana APBN. Seluruhnya dibiayai oleh investor (INPEX). Diperkirakan blok Masela, di laut Arafura, memiliki potensi LNG sebesar 18,54 trilyun kaki kubik (setara sekitar 380,69 juta ton LNG). Bisa menyalurkan gas pipa dalam negeri (domestik) sebanyak 1 juta ton LNG per-tahun.

Berita Terkait :  Bupati Yuhronur Efendi Optimis PMK di Lamongan Bisa Disembuhkan

Gas blok Masela memiliki kekuatan produksi mencapai 9,5 juta ton per-tahun. Maka usia efektif operasional pengeboran di Masela, bisa sampai 40 tahun. Selain itu konon, juga akan dihasilkan kondensat sebanyak 35 ribu barrel per-hari. Bukan sembarang hasil samping. Karena kondensat merupakan bahan yang mudah diolah menjadi bensin, dan nafta (bahan baku setengah jadi BBM oktan tinggi). Bisa menyokong kebutuhan BBM yang masih sangat bergantung pada impor (sekitar 1 juta barel per-hari).

Sehingga eksplorasi, dan eksploitasi blok Masela patut dijaga sebagai obyek prioritas sangat vital. Juga diawasi se-lurus-lurusnya, sesuai amanat konstitusi. UUD pasal 33 ayat (3), menyatakan, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Sudah dikuasai oleh negara, tetapi belum sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Investasi blok Masela, mayoritas dikuasai oleh Inpex Ltd, dengan saham sebesar 65%. Disusul kerjasama Pertamina dengan Inpex sebesar 20%, serta Petronas (Malaysia) sebesar 15%. Kelak, industri skala besar, dan terutama PLN tidak perlu lagi bersaing dengan kebutuhan skala rumah tangga untuk pembangkit listrik. Tetapi sejak lama sektor migas menjadi arena mensrea (korupsi) terbesar, sejak hulu hingga hilir. Dilakukan pejabat tertinggi hingga pengecer migas.

Padahal Pemerintah masih berhutang kepada keluarga miskin, berkait ketersediaan gas alam jaringan pipa rumah tangga. Bisa menggunakan LNG melalui jaringan gas pipa tanam. Sudah terdapat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil. Namun rumah-tangga kalangan menengah ke bawah masih menggunakan LPG tabung, yang lebih mahal dibanding LNG.

Berita Terkait :  Bacabup Ungkap Strategi Sidoarjo Bebas dari Korupsi

Ironisnya, 83% kebutuhan LPG nasional masih impor (sebanyak 7 juta ton per-tahun, sampai Rp 150 trilyun). Sangat membebani keuangan negara.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!