28.7 C
Sidoarjo
Sunday, July 19, 2026
spot_img

Hasil Swadaya Masyarakat, Diketuai Bupati, Dihadiri Kiai Jatim dan Ratusan Ribu Jamaah se-Nusantara

Mengikuti Kegiatan Ittisholana dan Haul Masyayikh Situbondo 2026

SITUBONDO, Bhirawa – Kota Situbondo, dibanjiri ratusan ribu jamaah Ittisholana (Ittihad Sholawat Nariyah) se-nusantara Minggu pagi (19/7). Tak pelak alun alun kota dan titik sekitarnya, penuh dengan lautan manusia, sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi.

Ratusan ribu pecinta sholawat nariyah dari berbagai daerah di Indonesia juga ikut memadati kegiatan yang dibingkai Haul Masyayikh dan Majelis Sholawat Nariyah di Situbondo tersebut.

Kegiatan religius yang baru pertama kali terselenggara dengan ratusan ribu jamaah  tersebut juga dihadiri oleh beberapa Kiai Sepuh dan Kiai dari berbagai Ponpes dari Jawa timur. Mulai dibuka acara berlangsung meriah dan penuh khidmat, bahkan acara Ittisholana tahun ini dihadiri jamaah dari luar negeri seperti Negeri Jiran, Malaysia.

Yang membanggakan, Kota Bumi Salawat Nariyah Situbondo ini dibanjiri jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Ratusan ribu jamaah Haul Masyayikh Nusantara yang datang dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan Alun-alun Situbondo, sepanjang Jalan PB Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Cendrawasih, Jalan Merak, Jalan Diponogoro, Jalan KHR Asad Syamsul Arifin, Jalan Kartini hingga Jalan Pemuda Situbondo.

Kegiatan Haul Masyayikh Nusantara dipusatkan di Alun-alun Situbondo ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meneladani perjuangan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam.

Sejumlah ulama kharismatik, pengasuh pondok pesantren se Tapal Kuda serta tokoh masyarakat turut hadir dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut.

Berita Terkait :  Tingkatkan SDM dan Kurangi Pengangguran, Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan

Panitia sebelumnya memperkirakan ada ratusan ribu jamaah akan menghadiri Haul Masyayikh Nusantara ini. Faktanya, tamu-tamu pencinta salawat yang datang dari berbagai daerah di Indonesia melebih target.

Untuk memastikan haul berlangsung aman, lancar, tertib dan sukses, maka, panitia menyiapkan titik transit, pengamanan berlapis, layanan kesehatan, serta menyediakan 25 titik videotron di sejumlah lokasi agar seluruh jamaah dapat mengikuti kegiatan dengan tertib.

Sementara itu Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo sangat mengapresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir. Kata Mas Rio, panggilan akrabnya,  kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan silaturahmi serta menjamin kebersamaan sekaligus menebar nilai kebaikan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran, tenaga, pikiran, dan materi dari seluruh jamaah Sholawat Nariyah dari berbagai kota di Indonesia. Ini sangat luar biasa sekali,” tutur Mas Rio.

Masih kata Mas Rio, jumlah jamaah Ittisholana yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 150.000 orang. Ini data dari panitia mencatat sekitar 125.000 jamaah berasal dari berbagai majelis sholawat di luar daerah, belum termasuk warga lokal Situbondo.

“Melihat kondisi di lapangan, kemungkinan besar jumlahnya lebih dari itu. Sejak malam hari, kawasan sekitar lokasi sudah dipenuhi jamaah. Bahkan banyak yang datang lebih awal untuk mendapatkan tempat,” sebutNYA.

Selain dari berbagai daerah di Indonesia, aku Mas Rio, seperti Jakarta, Bali, Madura, Jember, hingga Pontianak, sejumlah jamaah dari Malaysia juga ikut hadir dalam acara tersebut. kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana doa bersama untuk kebaikan bangsa.

Berita Terkait :  Resmi Dibuka, TMMD 129 Bojonegoro Jadi Motor Pembangunan Diwilayah Pedesaan

“Kita sangat berharap dari majelis ini lahir keberkahan dan kebaikan untuk Indonesia, khususnya Kabupaten Situbondo. Selain melaksanakan haul, kita juga berdoa untuk masa depan bangsa yang lebih baik,” paparnya.

Mas Rio menegaskan, terkait fasilitas, panitia telah menyiapkan berbagai kebutuhan jamaah, mulai dari tempat wudhu, area sholat, hingga toilet. Menariknya, masyarakat Situbondo dan Bondowoso turut ambil bagian secara sukarela dengan menyediakan makanan dan minuman secara gratis.

“Warga Situbondo sangat kompak membuat nasi gulung untuk dibagikan kepada jamaah. Ini bentuk gotong royong yang sangat luar biasa,” terangnya.

Orang pertama dilingkungan Pemkab Situbondo itu menegaskan bahwa dana penyelenggaraan acara ini murni berasal dari swadaya masyarakat. Artinya, tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  Kabupaten Situbondo.

“Ya, kegiatan ini murni berasal dari sumbangan jamaah, para kiai, tokoh masyarakat dan para pecinta sholawat,” pungkas Mas Rio. [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!