Malang, Bhirawa
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan peninjauan langsung ke Terminal Landungsari, Kabupaten Malang, Rabu (15/4). Kunjungan ini bertujuan memperkuat sistem transportasi yang terintegrasi dan nyaman bagi masyarakat Malang Raya.
Terminal Tipe B yang dikelola Pemprov Jatim ini berperan vital menghubungkan rute Malang–Batu–Kediri dan wilayah sekitarnya, serta menjadi simpul penting bagi layanan Trans Jatim.
“Ini terminal yang luas dan strategis. Tujuannya jelas, melayani mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi Malang Raya,” ujar Emil.
Wagub Emil menyoroti keberhasilan layanan Trans Jatim Koridor Malang–Batu (Gajayana). Bus berkapasitas 35 penumpang ini melayani perjalanan sejauh 42 km dengan tarif terjangkau, Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk pelajar.
“Layanan ini sangat diminati, warga maupun wisatawan suka karena tertib, nyaman, dan tidak ngetem. Trans Jatim hadir melengkapi, bukan menggantikan angkutan umum lain seperti mikrolet,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pengembangan transportasi publik ini merupakan wujud pengembalian kontribusi pajak masyarakat dalam bentuk pelayanan yang nyata.
Melihat lokasi terminal yang berdekatan dengan RS UMM dan kawasan pendidikan, Emil mendorong aset ini dimaksimalkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperbaiki fasilitas umum.
Meski diakui ada tantangan keterbatasan anggaran operasional, pihaknya berkomitmen meningkatkan kenyamanan, mulai dari toilet, ruang tunggu, hingga manajemen energi.
“Kita cari keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi. Misalnya pengaturan AC yang disesuaikan dengan jumlah penumpang agar tidak boros energi saat jam sepi,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, konektivitas dan pariwisata di Malang Raya diharapkan semakin maju dan berkelanjutan.[aya.kt]


