31.1 C
Sidoarjo
Wednesday, June 10, 2026
spot_img

BYD Hingga Alibaba Masuk “Daftar Hitam” Pentagon, China Kecam AS

Beijing, Bhirawa – Pemerintah China mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) yang memasukkan beberapa perusahaan besar negara tersebut seperti Alibaba, BYD hingga Baidu ke dalam daftar perusahaan yang dianggap membantu militer.

“China dengan tegas menentang AS yang melampaui batas konsep keamanan nasional dan merumuskan berbagai jenis daftar diskriminatif untuk menargetkan bisnis Tiongkok,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (9/6).

AS telah menetapkan perusahaan raksasa China Alibaba, BYD, dan Baidu sebagai perusahaan yang mendukung militer China dalam pembaruan perusahaan militer China pada Senin (8/6).

Daftar “perusahaan militer China” yang ditetapkan Pentagon dan diperbarui setiap tahun, kini mencakup 188 perusahaan, bertambah dari 134 perusahaan pada 2025.

Departemen Pertahanan AS akan dilarang mulai akhir bulan ini untuk melakukan kontrak langsung dengan perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut, dan untuk membeli produk atau layanan mereka melalui pihak ketiga mulai tahun 2027. Daftar tersebut sudah dibuat sejak 2021.

Pentagon mendefinisikan “perusahaan militer China” sebagai entitas yang dimiliki atau dikendalikan oleh militer China, atau yang berkontribusi pada “penggabungan militer-sipil” China yaitu strategi Beijing untuk menggabungkan penelitian dan inovasi sipil dan pertahanan.

“Kami mendesak AS untuk memperbaiki kesalahannya, dan menghentikan penindasan yang tidak beralasan terhadap bisnis China. Kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan mereka yang sah dan sesuai hukum,” tambah Lin Jian.

Berita Terkait :  Raperda Inisiatif DPRD Sumenep Dominasi Propemperda 2026

Namun, perusahaan-perusahaan tersebut dapat mengajukan permohonan penghapusan. Perusahaan kadang dapat dihapus dalam daftar, bukan karena AS menentukan bahwa mereka tidak terkait dengan militer China, tetapi karena mereka tidak lagi beroperasi di AS atau karena nama entitas telah berubah.

Dalam daftar terbarunya, Pentagon memasukkan perusahaan teknologi finansial Alibaba, pabrikan kendaraan listrik BYD, dan penyedia pencarian internet Baidu karena mendukung pengembangan militer China melalui afiliasi mereka dengan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset milik negara dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi.

Dalam daftar itu juga ada RoboSense Technology, satu perusahaan kecerdasan buatan (AI) dan robotika yang berkantor pusat di Shenzhen, pembuat robot Humanoid Unitree Robotics yang berbasis di Hangzhou, perusahaan bioteknologi WuXi AppTec, hingga pembuat cip memori top China, CXMT dan YMTC.

Perusahaan teknologi Tencent sebagai pemilik aplikasi bertukar pesan WeChat dan produsen “drone” DJI sudah masuk ke “daftar perusahaan militer” pada tahun sebelumnya.

Perluasan daftar hitam tersebut terjadi kurang dari sebulan setelah pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Beijing selama dua hari untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang tegang selama berbulan-bulan akibat perang dagang dan persaingan teknologi selama bertahun-tahun. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!