29.8 C
Sidoarjo
Wednesday, May 13, 2026
spot_img

Dosen FK Ubaya Imbau Kewaspadaan Klinis Sejak Dini Hantavirus

Surabaya, Bhirawa
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) merespon atas ramainya virus baru bernama Hantavirus yang terdeteksi pada kapal pesiar MV Hondius.

Hantavirus atau dikenal sebagai zoonosis merupakan virus yang penularannya dari tikus ke manusia, walaupun ada varian Hantavirus penularanya manusia ke manusia, pada varian Andes karena virus ini bereplikasi di saluran pernapasan manusia dan memungkinkan terjadinya penularan sekunder, Varian lain antara lain Sin Nombre, Seoul, dan Hantaan, masih terbatas pada penularan dari hewan ke manusia. Selasa (12/5)

FK Ubaya, dr Risma Ikawaty PhD mengatakan, tingkat penyebaran beberapa varian sangat rendah serta masih terbatas pada hewan pengerat ke manusia.

”Faktor memengaruhi tingkat penyebarannya ialah pada spesies tikus pembawa virus atau reservoir, di Indonesia, Hantavirus varian Seoul dibawa oleh tikus rumah spesies Rattus rattus dan Rattus norvegicus, sementara varian Andes dibawa oleh tikus spesies Oligoryzomys longicaudatus,” jelasnya.

dr Ika menjelaskan, menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terdapat 15 spesies tikus di Indonesia terkonfirmasi bersifat sebagai reservoir virus ini, patut jadi perhatian karena faktor risiko menjadi semakin besar.

”Faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan jumlah tikus di suatu daerah turut meningkatkan faktor risiko, perubahan iklim serta efek urbanisasi menyebabkan tikus aktif berkembang biak memperbesar faktor peluang penularan, yang berarti semakin banyak tikus dan semakin seringnya kontak dengan manusia, berarti semakin besar peluang penyebaran virus,” tuturnya.

Berita Terkait :  Ringankan Beban Rakyat, Wali Kota Batu Turunkan PBB-P2

dr Ika menyampaikan, bisa dicegah melalui beberapa upaya seperti pengendalian populasi tikus atau hewan pengerat secara berkelanjutan, memperbaiki sanitasi dan kebersihan lingkungan, mengurangi kontak dengan tikus, dan meningkatkan kemampuan diagnosis cepat, tepat di fasilitas pelayanan kesehatan agar kasus tidak hilang atau salah diagnosis.

”Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan klinis sejak dini, jika muncul gejala seperti demam, nyeri otot, sesak napas, mual, serta tanda-tanda gangguan ginjal setelah adanya riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan yang berisiko, segera cari pertolongan medis pada dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” ungkap dr Ika. [ren.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!