Gresik, Bhirawa — Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang selama ini berobat di Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) harus bersiap mencari rumah sakit rujukan baru. Mulai 15 September 2026, kerja sama RSPG dengan BPJS Kesehatan resmi berakhir, sehingga rumah sakit tersebut tidak lagi melayani peserta JKN untuk layanan umum.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menyatakan pengakhiran kerja sama ini merupakan hasil evaluasi dan penelusuran terhadap pemenuhan ketentuan dalam perjanjian kerja sama.
“Pengambilan keputusan pengakhiran kerja sama ini merupakan tindak lanjut hasil penelusuran yang menunjukkan adanya ketentuan dalam perjanjian kerja sama yang belum dipenuhi,” kata Janoe pada Kamis (10/9/2026).
Meski kerja sama berakhir, BPJS Kesehatan memastikan peserta JKN tetap memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medis. Peserta akan dialihkan ke rumah sakit lain yang masih menjadi mitra BPJS Kesehatan, dengan mempertimbangkan kebutuhan medis dan ketersediaan layanan. BPJS juga menjamin peserta yang telah memiliki jadwal kontrol, rencana tindakan, maupun rujukan ke RSPG tidak perlu mengurus pengalihan seorang diri; peserta dapat meminta informasi dan pendampingan melalui petugas BPJS Kesehatan.
Untuk layanan hemodialisis (cuci darah), peserta JKN dapat mengakses sejumlah rumah sakit, yakni RS Muhammadiyah Gresik, RS Petrokimia Driyorejo, RS Permata Hati, dan RSUD Sidoarjo Barat. Sementara layanan kemoterapi dapat diakses di RS Semen Gresik.
Khusus pasien hemodialisis yang selama ini menjalani perawatan di RSPG, terdapat ketentuan khusus. Mereka masih dapat memperoleh layanan hemodialisis rawat jalan di RSPG hingga batas waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut.
“Apabila peserta memerlukan layanan lebih lanjut, seperti rawat inap atau pelayanan spesialis lainnya, peserta akan dirujuk ke fasilitas kesehatan mitra sesuai kebutuhan medis dan prosedur yang berlaku,” jelas Janoe.
Sementara itu, Direktur RSPG, dr. Luviana Tyaswulandari, menyatakan pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat akibat berakhirnya layanan JKN. Namun, RSPG memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
“Fokus utama kami saat ini dan ke depan adalah layanan yang optimal kepada pasien. Kami memohon pengertian masyarakat jika ada ketidaknyamanan yang terjadi atas ditutupnya layanan JKN pada RSPG,” ujarnya.
Menurut Luviana, peserta JKN masih dapat mengakses rumah sakit lain dalam jaringan Petrokimia Grup, antara lain RS Graha Husada dan RS Petrokimia Gresik Driyorejo. Sejumlah klinik PPK 1 dalam jaringan Petrokimia Grup juga tetap melayani peserta JKN. Selain itu, RSPG tetap menerima pasien BPJS Ketenagakerjaan, khususnya untuk kasus kecelakaan kerja.
Untuk membantu peserta selama masa transisi, RSPG menyiapkan layanan Customer Care sebagai pusat informasi terkait pengalihan rujukan dan pelayanan. Pasien gawat darurat yang datang ke IGD RSPG dan membutuhkan layanan JKN juga akan difasilitasi untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit jaringan yang masih bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Di sisi lain, RSPG tengah menyiapkan sejumlah layanan baru pada September 2026, antara lain Women & Children Center, Occupational Health and Industrial Hygiene Center, Pain Clinic, Wound Clinic, dan Geriatric Clinic.
Manajer Departemen RSPG, R. Arzdi S., menyebut kunjungan peserta BPJS Kesehatan ke RSPG selama ini mencapai sekitar 12 ribu kunjungan. Angka tersebut menunjukkan besarnya jumlah masyarakat yang selama ini memanfaatkan layanan JKN di RSPG, sehingga proses pengalihan pasien menjadi perhatian utama menjelang berakhirnya kerja sama pada 15 September mendatang. “Sejauh ini, kalau dari perspektif kami selama ini baik-baik saja,” jelasnya. [kim.kt]


