Pemprov Jatim, Bhirawa – Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, dinobatkan sebagai penerima Ketik Awards 2026 kategori “Akselerator Pelayanan Prima Bidang Keprotokolan dan Komunikasi Pimpinan”.
Penghargaan ini diserahkan dalam acara 9.9 Awarding yang digelar Ketik Institute di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Rabu (9/9/2026) sore, dalam rangka memperingati empat tahun Ketik.com dengan tema “Melesat Hebat”.
Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah tokoh, mitra, dan insan pers yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi nyata terhadap pembangunan. Bagi Pulung, capaian ini bukan sekadar pengakuan individu, melainkan buah kerja kolektif seluruh jajaran Biro Adpim Setda Provinsi Jawa Timur yang beroperasi di tengah tingginya dinamika agenda pemerintahan.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh keluarga besar Biro Administrasi Pimpinan. Capaian ini lahir dari kerja kolektif, ketelitian, kecepatan, dan kolaborasi seluruh tim dalam memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Pulung.
Menurut Pulung, keprotokolan dan komunikasi pimpinan bukan sekadar fungsi teknis pendukung. Keduanya merupakan satu kesatuan pelayanan strategis yang menghubungkan agenda pimpinan, substansi kebijakan, para pemangku kepentingan, dan kebutuhan informasi masyarakat.
“Setiap agenda pimpinan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Agenda tersebut harus menjadi momentum untuk menyampaikan kebijakan, membangun kolaborasi, menyerap aspirasi, dan menghadirkan nilai publik,” jelasnya.
Dalam konteks ini, penguatan stakeholder relations menjadi salah satu fondasi utama pelayanan administrasi pimpinan. Penyelenggaraan agenda pemerintahan menuntut koordinasi solid antara perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, serta unsur masyarakat lainnya.
Relasi dengan para pemangku kepentingan, lanjut Pulung, tidak boleh dibangun hanya ketika ada kepentingan atau pelaksanaan kegiatan. Hubungan tersebut harus dirawat secara berkelanjutan melalui komunikasi dua arah, kejelasan peran, kesamaan pemahaman, dan rasa saling percaya.
“Pelayanan pimpinan juga berarti mengelola relasi dan kepercayaan. Semakin baik orkestrasi antarpemangku kepentingan, semakin kuat pula substansi, kelancaran, dan dampak setiap agenda pemerintahan bagi masyarakat,” tuturnya.
Pulung juga menegaskan pentingnya media relations sebagai bagian integral dari komunikasi pimpinan. Media tidak hanya menjadi saluran publikasi, tetapi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan kebijakan, menjembatani aspirasi masyarakat, serta memberikan umpan balik bagi penyelenggaraan pemerintahan.
Kemitraan yang sehat dengan media, menurutnya, harus dibangun melalui keterbukaan, akses informasi yang memadai, penyediaan data terverifikasi, respons yang cepat, serta penghormatan terhadap independensi dan profesionalisme pers.
“Relasi media tidak dibangun hanya ketika pemerintah membutuhkan publikasi. Kemitraan harus terus dirawat melalui keterbukaan dan komunikasi dua arah agar informasi publik tersampaikan secara cepat, akurat, kredibel, dan mudah dipahami,” katanya.
Sinergi dengan media juga penting untuk mencegah kesenjangan informasi, mempercepat klarifikasi isu, serta membantu pemerintah memahami perspektif dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi publik tidak hanya menghasilkan jangkauan, tetapi juga pemahaman dan kepercayaan.
Orientasi pelayanan Biro Adpim, lanjut Pulung, terus diarahkan dari sekadar leader-oriented service menuju public-value-oriented service. Pelayanan kepada pimpinan harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kepercayaan publik tidak dibangun dari banyaknya informasi yang disampaikan, tetapi dari konsistensi antara pesan, kebijakan, tindakan, dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Pulung menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, media massa, serta pemangku kepentingan yang selama ini menjadi mitra strategis Biro Adpim.
“Penghargaan ini menjadi tambahan energi bagi kami untuk terus berbenah, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi. Kami ingin memastikan Biro Adpim hadir sebagai organisasi yang profesional, adaptif, responsif, serta mampu memperkuat public value dan public trust terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. [aya.kt]


