Plt Bupati Baharudin saat melakukan panen raya padi bersama Forkopimcam Gondang di Desa Dukuh, Senin (1/6).
Tulungagung, Bhirawa.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengapresiasi petani Tulungagung yang kini dapat melakukan panen padi yang relatif berlimpah. Hasil panen padi yang mereka hasilkan sebanyak satu ton dari lahan tanam seluas 100 Ru (1 Ru = 14 meter persegi).
“Sekarang petani di sini (Desa Dukuh) menghasilkan panen padi sebanyak satu ton dari lahan seluas 100 Ru,” ujar Plt Bupati Ahmad Baharudin saat melakukan panen raya padi dan tasyakuran labuh masal di Desa Dukuh Kecamatan Gondang, Senin (1/6).
Menurut dia, dengan hasil panen padi yang melimpah, Kabupaten Tulungagung saat ini tercatat sebagai daerah yang jumlah produksi padinya melebihi kebutuhan penduduknya.
“Jadi surplus,” tandasnya.
Plt Bupati Baharudin mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu petani menghasilkan panen yang menjadikan Tulungagung surplus produksi padi. Utamanya pada penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung.
“Terima kasih petani. Juga penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian yang telah mendampingi petani untuk menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto terkait kemandirian produk kebutuhan pangan,” paparnya.
Plt Bupati Baharudin sempat pula berjanji bakal memenuhi permintaan Kepala Desa Dukuh, Cuk Sindu Wiyoso yang membutuhkan bantuan handtraktor untuk petani setempat.
“Monggo melengkapi persyaratan dan komunikasi dengan Dinas Pertanian. Bahkan mungkin nanti tidak handtraktor, tetapi traktor roda empat,” ucapnya.
Dalam acara panen raya padi yang disertai tasyakuran labuh masal itu, Plt Bupati Baharudin juga mengikuti prosesi doa bersama. Acara tasyakuran dan doa bersama itu rutin dilakukan warga Desa Dukuh setiap panen padi.
Sebelumnya, Kepala Desa Cuk Sindu dalam sambutannya meminta bantuan handtraktor pada Plt Bupati Baharudin. Ia menyebut handtraktor tersebut dibutuhkan petani setempat untuk mengolah areal persawahan padi.
“Kami butuh handtraktor. Semoga Pak Plt Bupati dapat memenuhinya,” katanya.
Ia pun membeberkan setiap panen padi tiba, masyarakat Desa Dukuh selalu melakukan tasyakuran.
“Kami melakukan istighotsah setiap panen dan akan memulai musim tanam,” pungkasnya. [wed.hel].


