28 C
Sidoarjo
Thursday, September 10, 2026
spot_img

Realisasi Perkebunan Tebu, Pemprov Jatim Genjot Penanaman Sebelum Musim Hujan

Pemprov Jatim, Bhirawa – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggenjot percepatan realisasi program perkebunan, khususnya tebu, menjelang musim tanam Oktober 2026. Dalam Rapat Koordinasi Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur Bidang Perkebunan, Cipta Karya, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menekankan pentingnya penyelesaian penanaman sebelum curah hujan meningkat.

“Waktu maksimal kita itu pada saat bulan September ini. Pada bulan September kesempatan kita kali CPCL Bongkar Ratoon, kemudian Oktober, kita lakukan yang tanam. Jadi mau nanti untuk benih CPCL, karena kayaknya targetnya Oktober harus tanam semua dari CPCL,” tegas Adhy Karyono dalam arahannya di Ruang Binaloka Adhikara, Kamis (10/9/2026) sore.

Adhy memaparkan capaian realisasi perkebunan di sejumlah kabupaten sentra tebu masih bervariasi. Beberapa daerah bahkan baru mencapai 60 persen dari target, sementara sebagian lain memang sudah menyentuh 100 persen.

“65 persen, coba bahkan ini mau ditambah karena potensinya masih mampu sehingga mau ditambah. Nanti kemudian kawasannya masih 62 persen,” ujar Adhy saat merinci capaian per kabupaten.

Ia menyebut Kabupaten Probolinggo yang sebelumnya sudah mencapai 100 persen, kini posisinya sekitar 62 persen. “Kemarin sudah 100 persen sudah ditambah, nah ini menjadi posisinya sekitar 62 persen. Saya yakin bisa kembali,” tambahnya optimistis.

Kabupaten Bondowoso disebut Adhy sebagai salah satu daerah yang masih perlu ditingkatkan realisasinya. “Kabupaten Bondowoso, kemungkinan bisa,” jelasnya.

Berita Terkait :  Calon Kepala Daerah Harus Berpedoman RPJP Jawa Timur 2025-2045

Sementara untuk Kabupaten Bojonegoro Adhy mengungkapkan adanya kendala karena lahan merupakan milik perusahaan yang sempat diuntangkan untuk proses tertentu namun belum mencapai titik temu.

“Ini kayaknya sudah harus diundang untuk Kabupaten Bojonegoro. Jadi itu beberapa kabupaten yang belum mendapatkan perhatian,” katanya.

Adhy juga menyoroti kabupaten dengan realisasi masih rendah. Kabupaten Tulungagung disebut masih rendah. “Kabupaten Tulungagung ini ya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Adhy juga menyinggung soal jaminan pasca-panen dan ketersediaan benih, sembari meminta penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

Ia berharap semua pihak, termasuk Sekertaris Daerah (Sekda) dan Dinas Perkebunan, dapat bergerak cepat mengingat waktu yang semakin sempit.

“Mohon untuk bisa dilakukan cepatan dan mengingat waktunya sampai akhir September, karena persoalannya masa tanahnya adalah di Oktober, mungkin hujan ya,” pesannya.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh seluruh Sekretaris Daerah kabupaten/kota se-Jawa Timur, dengan tujuan menyelaraskan langkah percepatan realisasi program perkebunan. Adhy menutup arahannya dengan menekankan pentingnya sinergi antara provinsi dan daerah.

Dengan target tanam Oktober yang semakin dekat, Pemprov Jatim berharap semua kabupaten sentra tebu dapat menyelesaikan penanaman tepat waktu, sehingga target produksi tebu dan gula nasional dapat tercapai. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!