Kab Malang, Bhirawa – Sekolah rusak di wilayah Kabupaten Malang terus menghantui para siswa dan guru. Sehingga membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak maksimal, dihantui rasa ketakutan jika sewaktu-waktu ambruk. Rata-rata sekolah rusak pada atap sekolah, seperti plafonnya jebol hingga bangunan atap sekolah yang mengalami kerusakan,
Salah satunya adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang yang atap plafonnya sebagian berlubang, di ruang kelas IV dengan jumlah siswa 18 orang. Selain itu, kayu penyangga plafon bangunan diketahui sudah sangat rapuh dan kini hanya ditopang menggunakan bambu seadanya. Hal ini yang menyebabkan atap asbes satu per satu berjatuhan, sehingga meninggalkan lubang besar di bagian atas ruangan.
Kerusakan atap ruang kelas tersebut, membuat siswa sekolah kelas IV membuat surat terbuka yang berisi, “Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh, kami murid kelas 4 SDN 2 Klepu. Yang terhormat Bapak Bupati Malang, Bapak Kepala Desa, Bapak Camat, Bapak Kepala Dinas Pendidikan. Tolong perbaiki ruang kelas kami karena rusak parah dan tidak layak digunakan untuk belajar”. Hal ini sebagai bentuk keputusasaan, sehingga para siswa secara kompak menyampaikan permohonan melalui sebuah pesan terbuka.
Dengan kerusakan atap ruang kelas IV SDN 2 Klepu, hal ini langsung ditanggapi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan, Minggu (19/7). Ia menjelaskan, bahwa kondisi SDN 2 Klepu sebenarnya sudah masuk dalam daftar penanganan dinas terkait. Sebelum mencuat berita di media, pihaknya sudah melakukan langkah konkret.
“Kami sudah menindak lanjuti, dan tim Dindik telah melakukan survei lapangan. Dan sekolah tersebut sudah masuk dalam usulan prioritas rehabilitasi yang kami sampaikan kepada Bupati Malang,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi lintas instansi telah kami lakukan, termasuk komunikasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dan Direktorat Sekolah Dasar Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen). Dengan kerusakan sekolah tersebut, maka sebagai langkah preventif guna menjaga keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik, tentunya telah mengambil tindakan tegas. Dirinya juga sudah memberikan penegasan kepada sekolah, jika saat ini ada ruang kelas yang dinilai berisiko tinggi, tidak diperkenankan untuk digunakan KBM.
“Penegasan yang kami sampaikan kepada kepala sekolah, tutur Bagus, untuk menjaga keselamatan para siswa dan guru saat KBM. Dan untuk saat ini kegiatan pembelajaran sementara dialihkan ke tempat yang lebih aman. Kami kini sedang melakukan verifikasi teknis lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan darurat, sekaligus mengupayakan dukungan anggaran rehabilitasi sesuai ketentuan,” terangnya. [cyn.kt]


