28 C
Sidoarjo
Wednesday, September 2, 2026
spot_img

Masih Proses Pembangunan, SR di Tulungagung Jaring 700 Calon Siswa


Tulungagung, Bhirawa – Meski pembangunan gedungnya masih berproses, Sekolah Rakyat (SR) di Tulungagung sudah menjaring calon siswa. Saat ini jumlah calon siswa yang sudah terjaring sebanyak 700 anak.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, Selasa (1/9), mengungkapkan sudah ada 700 calon siswa yang terdaftar untuk masuk SR di Tulungagung. “Untuk calon siswa di tahun 2025 sudah dapat 700,” ujarnya.

Ia menyebut jumlah calon siswa yang sudah terjaring sampai saat ini itu masih kurang untuk kapasitas SR Tulungagung yang diperkirakan akan menampung sebanyak 1.000 siswa. “Bahkan bisa sampai menampung 2.000 siswa,” sambungnya.

Reni optimis jumlah siswa di SR Tulungagung nantinya saat pembukaan tahun ajaran baru di tahun 2027 akan sesuai dengan kapasitas sekolah. Apalagi dari Kementerian PUPR berharap gedung SR jangan sampai kosong atau minim siswa.

“Jadi siswanya nanti tidak menunggu kelas satu sampai kelas enam baru naik ke SMP atau sampai SMA. Tetapi nanti harapannya ada kebijakan lagi anak putus sekolah dimasukkan berapa pun kelasnya,” paparnya.

Selanjutnya, mantan Sekretaris Bapenda Kabupaten Tulungagung ini mengatakan jika pembangunan gedung SR Tulungagung diperkirakan dimulai pada bulan Oktober 2026 mendatang. Pengerjaan pembangunan dilakukan oleh Kementerian PUPR. “Sesuai rencana bulan Oktober dibangun. Tetapi itu semua menunggu (pemerintah) pusat,” terangnya.

Sebelumnya, Reni membeberkan jika lokasi pembangunan SR Tulungagung sebagian berada di jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Namun hal itu tidak menjadi masalah yang berarti. Apalagi PLN Madiun sudah mendatangi lokasi tempat pembangunan SR Tulungagung dan akan memberikan rekomendasi terkait pembangunan di bawah jaringan SUTET.

Berita Terkait :  FH Ubaya Bahas Reforma Agraria untuk Ketahanan Pangan

“Rekomendasi dari PLN itu untuk yang di bawah jalur SUTET bisa bangunan dua lantai dan berjarak lima meter di atas SUTET,” katanya.

Reni juga menyebut area dalam lokasi bangunan SR Tulungagung yang di bawah jalur jaringan SUTET bisa jadi nantinya merupakan lapangan atau IPAL. “Kalau mengubah atau menggeser jalur SUTET prosesnya bisa memakan waktu sampai dua tahun,” pungkasnya. [wed.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!