Situbondo, Bhirawa – Dalam rangka ikut menjaga keselamatan dan keamanan nelayan saat melaut menjadi perhatian Satpolairud Polres Situbondo. Namun, upaya perlindungan masyarakat pesisir dinilai tidak cukup hanya dengan memastikan keamanan di laut saja
Sebaliknya, keberadaan mangrove di kawasan pantai juga menjadi perhatian. Tanaman pesisir tersebut didorong untuk terus dirawat karena dapat menjadi benteng alami yang membantu menahan gelombang laut dan mencegah abrasi.
Pesan itu disampaikan Satpolairud Polres Situbondo saat menggelar Polmas Perairan yang dikemas melalui kegiatan Ngopi Bareng Masyarakat Pesisir (Ngobar Masir) di Pantai Cemara, Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Selasa malam (1/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.30 WIB tersebut diikuti sekitar 40 nelayan pancing.
Kasatpolairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, para nelayan tidak hanya diberikan pemahaman mengenai keselamatan berlayar, tetapi juga ditekankan untuk ikut menjaga dan memelihara mangrove yang berada di Pantai Cemara.
“Nelayan kita tekankan untuk merawat dan memelihara bentangan pohon mangrove yang berada di Pantai Cemara sebagai benteng dari gelombang laut untuk menahan abrasi saat pasang naik,” kata AKP Gede.
Menurut AKP Gede, masyarakat pesisir diharapkan semakin termotivasi untuk menanam dan menjaga mangrove. Keberadaan tanaman tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi rumah maupun kampung yang berada di pinggir pantai.
“Upaya itu juga diharapkan dapat membantu mencegah dampak abrasi maupun banjir rob yang berpotensi mengancam kawasan pesisir,” kata AKP Gede.
Selain persoalan lingkungan, lanjut mantan Kapolsek Asembagus itu, Satpolairud memberikan sejumlah imbauan keselamatan kepada nelayan. “Nahkoda kapal diminta memastikan alat keselamatan seperti life jacket dan ring buoy tersedia di atas perahu,” ungkap mantan KBO Satreskrim Polres Situbondo itu.
Selain itu, tambah AKP Gede, nelayan juga diingatkan membawa alat komunikasi dan penerangan seperti senter serta selalu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut.
“Ini semua untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, nelayan juga diminta menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan tidak menangkap ikan menggunakan bahan berbahaya, seperti bom ikan, potasium sianida maupun bahan kimia lainnya,” terang mantan Kanit Tipikor Polres Situbondo itu.
Saat ini, sambung AKP Gede, Satpolairud turut mengingatkan nelayan menjaga keamanan perahu saat ditambatkan di pantai, memastikan tali tambat dalam kondisi baik dan rutin menguras air yang masuk ke dalam perahu.
“Kelompok nelayan juga diminta menjaga kerukunan, kekompakan serta keamanan lingkungan. Jika menemukan kriminalitas atau gangguan kamtibmas di pelabuhan maupun perairan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 agar mendapat pelayanan dan penugasan cepat dari petugas kepolisian terdekat,” urai pria asli Pulau Dewata Bali itu.
Hingga kegiatan berlangsung, tegas AKP Gede, kondisi perairan Situbondo disebut masih aman dan kondusif. Cuaca cerah, angin tenang, ombak bergelombang dan air laut dalam kondisi surut.
“Melalui kegiatan tersebut, Satpolairud berharap masyarakat pesisir tidak hanya menjadi pengguna laut, tetapi juga ikut menjaga ekosistem yang menjadi pelindung alami bagi kehidupan mereka di kawasan pantai,” pungkas AKP Gede. [awi.kt]

