31 C
Sidoarjo
Wednesday, September 2, 2026
spot_img

Antrian BBM Subsidi  Berjam-jam di Sampang, Pertamina Sebut Bukan Kelangkaan

Sampang, Bhirawa – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sampang. Kondisi tersebut terlihat dari banyaknya sepeda motor yang berjajar menunggu giliran pengisian BBM, (Rabu 2/8/26/2026)

Berdasarkan pantauan kondisi di lokasi, antrean didominasi kendaraan roda dua dan roda empat. Sejumlah pengendara terlihat harus menunggu cukup lama hingga kendaraan mereka mendapatkan giliran untuk mengisi bahan bakar.

“Situasi ini diduga terjadi karena sejumlah SPBU di kawasan perkotaan Sampang mengalami kekosongan stok BBM bersubsidi. Akibatnya, masyarakat mencari SPBU lain yang masih memiliki persediaan, sehingga terjadi penumpukan antrean di lokasi tertentu,” ujar 0Soni salah satu warga Sampang Kota.

 “Saya antri sudah berjam-Jam untuk mendapatkan BBM subsidi, memang sebelumnya juga terjadi di sejumlah wilayah Sampang,” katanya.

Lanjut Soni, sejumlah masyarakat berharap distribusi BBM bersubsidi dapat kembali berjalan lancar dan stok tersedia secara merata di setiap SPBU. Mereka menilai keterlambatan pengiriman membuat warga harus berpindah-pindah lokasi dan menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM.

Masyarakat juga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap distribusi dan ketersediaan BBM bersubsidi, khususnya di kawasan perkotaan Sampang. Dengan pasokan yang lebih lancar, antrean panjang di sejumlah SPBU diharapkan dapat segera terurai dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Berita Terkait :  Buktikan Ketangguhan di Tengah Tantangan, Kinerja SIG Tumbuh Solid pada Kuartal I 2026

Hal senada Zainal  salah satu warga yang tengah mengantre Pertalite. Ia mengaku kondisi tersebut cukup menyulitkan, terutama bagi masyarakat kecil yang sehari-hari mengandalkan sepeda motor untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.

“ Utamanya masyarakat kecil seperti kami. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, masyarakat mau dibawa ke mana? Pertalite ada, tetapi harus rela antre. Pertamax selalu habis. Masa sepeda motor mau dikasih solar, kan tidak mungkin,” ujar Zainal.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memberikan penjelasan terkait adanya antrean tersebut. Menurutnya, keberadaan antrean tidak serta-merta menunjukkan bahwa BBM mengalami kelangkaan.

“ Antre berarti barangnya ada, ya Mas. Berarti nggak langka, ya?” ujar Ahad menanggapi kondisi antrean yang terjadi.

Ia menjelaskan, apabila permintaan masyarakat meningkat, stok BBM yang tersedia tentunya akan lebih cepat terserap. Karena itu, antrean panjang menurutnya perlu dilihat dalam konteks meningkatnya permintaan, bukan semata-mata sebagai tanda kelangkaan.

“ Barangnya ada. Kalau permintaan meningkat, pasti akan lebih cepat habis. Bukan berarti langka kalau ada antrean,” jelasnya.

Ahad juga menegaskan bahwa pengecer BBM bukan merupakan lembaga penyalur resmi. Ia meminta ketentuan terkait penyaluran BBM tersebut dapat diperiksa sesuai aturan yang berlaku.

“ Pengecer memang bukan lembaga penyalur resmi. Silakan dicek aturannya,” katanya.

Berita Terkait :  Tambah Daya, 10.131 Pelanggan Jawa Timur Nikmati Promo PLN

Pertamina Patra Niaga, lanjut Ahad, juga tengah melakukan pengecekan langsung melalui tim di lapangan untuk memastikan kondisi distribusi dan ketersediaan BBM di wilayah tersebut.

“ Ini sedang dicek tim ke lapangan,” pungkasnya, saat dikonfirmasi melaului pesan singkat WhatsApp.  [lis.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!