Subandi – Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan tidak ada korban jiwa yang dialami oleh para santri di Ponpes Mambaul Hikam, Putat, Tanggulangin, yang pada Selasa siang (1/9) kemarin, telah mengokonsumsi menu makanan yang diperoleh dari distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima pada hari itu.
Sebagai pengawas SPPG, Tim dari Pemkab Sidoarjo, Rabu pagi (2/9), kata Subandi, akan datang ke lokasi SPPG yang mendistribusikan. Yakni SPPG di Desa Kalitengah, Tanggulangin. Akan dicek, SPPG ini sudah punya izin atau belum dan tata kelolanya.
“Kita akan ke lokasi, kita cek, kenapa bisa terjadi,” Selasa malam, ketika berada di RSUD Notopuro Sidoarjo, memantau proses pelayanan kesehatan kepada para santri Mambaul Hikam.
Diduga karena keracunan makanan, usai mengkonsumsi MBG pada pukul 13.00 WIB, Selasa petang (1/9), ratusan santri dari PP Mambaul Hikam, Putat, Tanggulangin, mengalami muntah, pusing serta diare. Para santri, segera dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat.
Diantaranya ke RSUD Notopuro, Rsi Siti Hajar, RS Delta Surya, RS Pusdik Porong, RS Aisyiyah Siti Fatima Tulangan dan Puskesmas terdekat.
Bupati Sidoarjo Subandi bersama OPD terkait Rabu pagi pukul 10.00 WIB, datang ke lokasi SPPG Kalitengah. Melakukan komunikasi dan pengarahan dengan pengelola SPPG. Sebanyak 170 SPPG yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo akan segera dievaluasi.
Kemudian, bergerak ke Ponpes Mambaul Hikam dan balik lagi ke Sidoarjo menuju RSUD Notopuro Sidoarjo melihat perkembangan santri yang masih ada yang dirawat di sana.
Pantauan di lapangan Rabu pagi (2/9) kemarin, dapur SPPG Kalitengah, juga sudah tidak nampak lagi aktivitas masak memasak. Lokasi dijaga oleh pihak internal SPPG. Nampak di lokasi Camat Tanggulangin, Ari Prabowo, beserta petugas Satpol PP Tanggulangin. [kus.gat]

