Surabaya, Bhirawa – Nama Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, belakangan menjadi sorotan setelah dikait-kaitkan dengan polemik dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di saat isu tersebut masih bergulir, Musyafak dipastikan tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPC PKB Surabaya untuk periode 2026-2031.
Posisinya kini digantikan oleh Muhammad Faridz Afif berdasarkan hasil penetapan calon Ketua Dewan Tanfidz definitif DPC PKB se-Jawa Timur yang diumumkan DPP PKB, Kamis (11/6/2026).
Pergantian tersebut memunculkan spekulasi publik. Apalagi sebelumnya nama Musyafak sempat disebut dalam rumor yang beredar terkait dugaan adanya titipan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG.
Namun Musyafak dengan tegas membantah adanya kaitan antara pergantian jabatan tersebut dengan isu yang menyeret namanya.
“Ndak, lah lapo? Kan timingnya memang sekarang, seluruh Indonesia,” kata Musyafak saat dikonfirmasi Bhirawa, Kamis (11/6).
Politikus PKB itu juga sebelumnya telah menepis tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam pengelolaan Program MBG maupun menitipkan titik dapur SPPG.
“Saya itu gak onok hubungane sama sekali, gak duwe dapur, gak onok urusan. Kalau dikatukkan nama saya itu hoaks. Itu ndak benar sama sekali,” tegasnya.
Sementara itu, penantian panjang kader PKB di Jawa Timur akhirnya terjawab setelah DPP PKB menetapkan 38 calon Ketua Dewan Tanfidz definitif DPC PKB kabupaten/kota se-Jawa Timur periode 2026-2031.
Pengumuman disampaikan Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, didampingi Sekretaris DPW PKB Jatim, Multazamudz Dzikri, dan Bendahara DPW PKB Jatim, Sholichul Umam, melalui Zoom Meeting.
Penetapan tersebut merupakan hasil rangkaian proses organisasi yang cukup panjang, mulai dari Musyawarah Cabang (Muscab) hingga Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilakukan dalam dua gelombang.
“Alhamdulillah, 38 calon Ketua Dewan Tanfidz definitif DPC PKB se-Jawa Timur sudah ditetapkan,” ujar Multazam.
Meski demikian, ia menegaskan status yang diumumkan saat ini masih berupa calon ketua definitif karena Surat Keputusan (SK) dari DPP belum diterbitkan dan pelantikan belum dilakukan.
“Kenapa masih disebut calon? Karena SK-nya belum turun dan juga belum dilakukan pelantikan,” jelasnya.
Menurut Multazam, sejumlah wajah baru mendapat amanah memimpin DPC PKB di daerah masing-masing. Mereka diharapkan mampu membawa energi baru dalam memperkuat konsolidasi partai hingga tingkat akar rumput.
“Insya Allah, nama-nama yang telah ditetapkan ini siap bekerja lebih keras, memperkuat struktur partai, dan melipatgandakan kemenangan PKB pada Pemilu 2029,” pungkasnya.
Pergantian kepemimpinan di DPC PKB Surabaya menjadi salah satu yang paling menyita perhatian publik. Selain karena Surabaya merupakan basis politik penting bagi PKB di Jawa Timur, pergantian itu juga terjadi saat nama Musyafak Rouf tengah ramai diperbincangkan dalam pusaran isu MBG yang hingga kini terus dibantahnya. [geh.kt]


