27.2 C
Sidoarjo
Monday, July 27, 2026
spot_img

BPBD Kabupaten Kediri Petakan Wilayah Rawan Kekeringan, Waspadai Karhutla

Kabupaten Kediri, Bhirawa. – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mulai mempersiapkan langkah mitigasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.

Sejumlah daerah yang berpotensi mengalami kekeringan telah dipetakan, sementara kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga ditingkatkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, mengatakan pemetaan dilakukan berdasarkan potensi wilayah yang rawan mengalami krisis air bersih saat kemarau.

“Prediksi kemarau tahun ini cukup panjang sampai bulan Oktober. Kami sudah memetakan titik-titik yang memiliki potensi kekurangan air bersih,” ujarnya usai Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan di Dusun Ngesong, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Senin (27/7).

Wilayah yang masuk dalam pemetaan meliputi Kecamatan Mojo, Grogol, Ngancar, Plosoklaten, dan Semen. Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat apabila terjadi kekeringan, BPBD menyiapkan dua unit mobil tangki air serta tandon air yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Perumda Air Minum (PDAM), dan sejumlah organisasi perangkat daerah guna memperkuat armada distribusi air bersih jika kebutuhan meningkat.

“Kami juga memiliki tandon air yang sewaktu-waktu bisa digunakan apabila diperlukan untuk mendukung pendistribusian air bersih kepada masyarakat,” kata Djoko.

Meski telah melakukan berbagai persiapan, hingga akhir Juli ini BPBD belum menerima permintaan bantuan pendistribusian air bersih. Kondisi sumber air di wilayah yang dipantau masih dinilai mencukupi kebutuhan warga.

Berita Terkait :  Urgensi Pendidikan Karakter di Era Disrupsi

“Alhamdulillah sampai sekarang masih aman, belum ada permintaan dropping air bersih,” ungkapnya.

BPBD juga mencatat sejumlah persoalan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau tahun lalu telah mendapat penanganan. Di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, misalnya, PDAM telah membangun tiga titik sumur bor untuk memperkuat pasokan air bersih.

Sementara di Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, jaringan pipa yang sebelumnya rusak akibat kebakaran lahan telah diperbaiki melalui dukungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Adapun di Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, penambahan jaringan pipa menuju sumber air baru dilakukan untuk mengatasi berkurangnya debit air akibat penggunaan sumber yang sama dengan desa lain.

Selain ancaman kekeringan, BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Kawasan hutan dan perbukitan di Kabupaten Kediri dinilai memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi.

Menurut Djoko, sebagian besar kejadian kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian manusia, mulai dari membakar sampah, membuang puntung rokok yang masih menyala, meninggalkan bara api, hingga aktivitas berburu yang menggunakan asap.

“Rata-rata penyebabnya human error. Karena itu kami terus mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan tidak meninggalkan sumber api yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan kebakaran di kawasan hutan jauh lebih sulit karena medan yang berat. Oleh sebab itu, pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat menjadi langkah yang paling efektif.

Berita Terkait :  Forum Diskusi Daring Zoom Meeting, Bupati Madiun Bagikan Pengalaman KPBU, Bangka Tengah Siap Terapkan

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengungkapkan Bidang Pemadam Kebakaran mencatat 11 kejadian kebakaran dalam sehari pada Jumat (24/7).

Peristiwa tersebut meliputi kebakaran rumah, kandang puyuh, rumpun bambu, lahan kosong, lahan tebu, hingga lahan jati di sejumlah kecamatan.

Kaleb mengimbau masyarakat menghindari pembakaran sampah saat cuaca panas disertai angin kencang karena api berpotensi cepat merambat. Warga juga diminta menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber api, menyimpan korek api di tempat aman, serta segera melapor kepada petugas apabila terjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. [van.nov.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!