Pemprov Jatim, Bhirawa – Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Binaloka Adhikara, Kantor Setdaprov Jatim, Jalan Pahlawan 110 Surabaya, pada Senin (27/7/2026) dipimpin langsung Kepala Biro Kesra, Dr. Agung Subagyo, S.STP., M.Si.
Rapat tersebut mengumpulkan sejumlah pihak terkait untuk menyinergikan rangkaian kegiatan upacara dan pendukungnya. Agung menegaskan pentingnya koordinasi matang agar seluruh rangkaian dari latihan hingga pelaksanaan puncak berjalan tertib dan berwibawa.
“Kesiapan administrasi, teknis, serta disiplin waktu harus menjadi perhatian utama agar upacara HUT RI nanti berlangsung khidmat,” kata Agung ketika Rapat Persiapan.
Beberapa agenda kunci diputuskan dalam pertemuan. Gladi bersih dan pembersihan area upacara akan dimulai pada 15 Agustus 2026 di Gedung Negara Grahadi. Langkah ini tidak hanya memfokuskan pada latihan baris-berbaris, tetapi juga penataan lokasi, kebersihan dan kesiapan fasilitas pendukung sehingga penyambutan tamu dan pelaksanaan upacara dapat berlangsung dengan rapi.
Sebelumnya, pada 5 Agustus 2026, pelatihan Paskibraka dijadwalkan berlangsung di Asrama Haji. Latihan ini menjadi momen penting bagi calon pengibar bendera provinsi untuk memantapkan formasi, ketepatan gerak, dan kebersamaan tim. Penyelenggara menekankan pembinaan fisik dan mental serta protokol keselamatan dalam setiap sesi latihan.
Menjelang puncak upacara, perangkat upacara juga dijadwalkan mengikuti gladi akhir pada malam 16 Agustus 2026. Panitia menetapkan waktu maksimum selesai latihan malam itu adalah pukul 21.00 WIB, untuk memberi ruang istirahat dan persiapan akhir menjelang hari H. Batas waktu ini dimaksudkan agar seluruh petugas tetap prima dan suasana upacara pada 17 Agustus tetap khidmat dan terkoordinasi.
Dengan serangkaian persiapan yang terukur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap peringatan HUT RI tahun ini tidak hanya menunjukkan kecermatan teknis, tetapi juga semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Agung mengimbau seluruh pihak untuk menjaga komunikasi dan menyelesaikan tugas masing-masing sesuai jadwal, sehingga momentum nasional tersebut dapat terwujud dengan aman dan bermakna bagi warga Jawa Timur. [aya.kt]


