Surabaya, Bhirawa – Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya kembali menghadirkan terobosan di bidang pendidikan melalui peluncuran Sang Inovator Progress Apps, yakni aplikasi digital dirancang untuk memantau perkembangan karakter, ibadah dan prestasi siswa secara terpadu. Peluncuran aplikasi ini digelar di Hall Inacer Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya kemarin, dalam rangkaian kegiatan Motivation for Parents and Kick Off Sang Inovator Progress Apps.
Menghadirkan Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Prof Dr H Biyanto MAg, yang memberikan motivasi kepada para orang tua sekaligus mengapresiasi inovasi digital yang dikembangkan sekolah.
Kepala Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Ustadz Achmad Zainuri Arif MPd menjelaskan, Sang Inovator Progress Apps merupakan bagian dari transformasi layanan pendidikan berbasis teknologi yang bertujuan memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.
“Aplikasi ini kami hadirkan sebagai media kolaborasi antara sekolah dan orang tua agar perkembangan karakter, pembiasaan positif, serta ibadah harian siswa dapat dipantau secara bersama-sama, berkelanjutan, dan terintegrasi,” jelasnya.
Menurut Ustadz Arif, aplikasi ini mengadopsi 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia yang selaras dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.
Selain membangun kebiasaan positif, aplikasi ini juga menjadi media pemantauan ibadah harian peserta didik, mulai dari pelaksanaan salat wajib lima waktu hingga ibadah sunah, seperti Salat Tahajud, Duha, Rawatib, serta berbagai amalan harian lainnya.
Tak hanya berfungsi sebagai alat monitoring, Sang Inovator Progress Apps juga menjadi portofolio digital perkembangan siswa. Berbagai kompetensi, seperti kemampuan berwudu, adzan, praktik salat, hafalan Alquran, doa harian, hingga karya literasi dan prestasi siswa akan terdokumentasi secara sistematis. Setiap capaian diberikan indikator bintang sebagai bentuk apresiasi terhadap kompetensi yang berhasil dikuasai.
Untuk meningkatkan motivasi belajar dan pembiasaan positif, sekolah juga menerapkan Sang Inovator Reward System. Setiap aktivitas positif yang dilakukan siswa akan memperoleh poin yang diakumulasikan sepanjang tahun pelajaran.
Ustadz Arif menambahkan, pengembangan aplikasi tak berhenti pada fungsi monitoring karakter semata. Ke depan, Sang Inovator Progress Apps akan dikembangkan menjadi platform pendidikan terpadu (all in one platform) yang mengintegrasikan berbagai layanan sekolah, mulai dari perkembangan akademik, presensi, komunikasi sekolah dan orang tua, administrasi, hingga sistem pembayaran digital.
Apresiasi disampaikan Prof Dr H Biyanto MAg. Menurutnya, peluncuran Sang Inovator Progress Apps menunjukkan kemampuan SD Muhammadiyah 7 Surabaya dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi sekaligus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi dunia pendidikan.
Prof Biyanto menegaskan, keberhasilan pendidikan tak mungkin dibebankan sepenuhnya pada sekolah. Orang tua memiliki peran strategis sebagai mitra utama dalam membentuk karakter dan kebiasaan baik anak.
“Semoga aplikasi ini menjadi jembatan yang semakin mempererat hubungan antara sekolah dengan orang tua. Ketika kolaborasi terbangun dengan baik, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan,” tuturnya.
Prof Biyanto berharap, inovasi digital ini semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Dengan dukungan inovasi yang berkelanjutan serta pengembangan fasilitas pendidikan, ia optimistis sekolah akan semakin berkembang dan menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul, modern, dan berbasis kolaborasi.
Ketua PCM Wonokromo, Ustadz Ir H Lukman Rahim menilai SD Muhammadiyah 7 Surabaya terus menunjukkan identitasnya sebagai ‘Sang Inovator’ melalui berbagai inovasi yang berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan.
“Inovasi yang dilakukan sekolah tidak hanya tampak pada pengembangan pembelajaran dan penguatan Program Tahfidz, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan kepada orang tua serta pengembangan sarana dan prasarana pendidikan,” tandasnya. [fen.wwn]


